Showing posts with label Thankful. Show all posts
Showing posts with label Thankful. Show all posts

Friday, 15 September 2017

Journey of Happiness (Jhana Grove, Serpentine, Perth, 22 June - 2 July 2017)



23 June 2017, udara dingin dikisaran 15 derajat celcius, dengan secangkir hot chocolate menemaniku pagi ini. Ini adalah hari kedua aku menginjakkan kaki di salah satu wilayah bagian barat Australia, Perth! Bermodal visa subclass 462; kali ini aku datang tidak sebagai warrior yang akan berburu pekerjaan atau sekedar liburan mengexplore kota yang konon katanya ditemukan oleh Captain James Stirling di tahun 1829 ini. Belajar dharma dan latihan sila adalah tujuan. Semoga karma baik mendukung setiap langkah dalam perjalananku kali ini.


Let’s started! Kali ini perjalananku akan terasa sungguh menarik biarpun sedikit kecewa karena  kesempatanku untuk ber-kalyanamitta berkurang; kekurangan personil sungguh bukan yang kami harapkan. Tapi apa daya… embassy sungguh tak bersahabat dengan beberapa diantara kami. Perjalanan ini akan menjadi sebuah eksplorasi yang luar biasa. Bagaimana tidak… It’s gonna be my first trip with no one I know before. But... I’ll make sure, aku akan pulang dengan segudang experiences, ber-kalyanamitta dengan mereka yang super dalam membangun kualitas diri dan semoga demikian adanya.


Hmm… back to my first day dan aku harus bangun di pagi buta. Hoam… berasa seperti akan ikutan sahur dengan teman-teman kost yang akan menunaikan ibadah puasa. “Angel… You have to be around me, please!”. Dan seolah ia mendengar ucapanku. Aku mendengar peri kecil membisikkan suara agar aku segera beranjak dari tempat tidurku atau aku bakal telat. Alarm... ku!!! Dan No!!! Aku bergegas membereskan segala sesuatu yang ada di dalam kamar berukuran kecil itu agar segalanya terlihat apik pada saat aku pulang nanti, hanya debu-debu yang akan kubiarkan menempel; sebenarnya sich kagak ada surat izin untuk hal itu tapi ya sudahlah karena aku tahu dan sadar kalau itu sudah pasti akan terjadi, saat ruangan kosong tak berpenghuni. 


You know what I feel right now? Gado-gado. A lil bit excited but… afraid, Yeap, I’m afraid. Karena ini benar-benar pengalaman yang serba pertama. Almost everything is going to be my very first time. Ini pertama kalinya aku pergi-pergi tanpa ada yang aku kenal, ini pertama kalinya aku bakalan ikutan retreat selama 9 hari (cukup lama), ini pertama kalinya aku menginjakkan kakiku di Bali (meskipun sebatas nongkrong cantik beberapa jam gegara transit). But... even ini cuma nongkrong sesaat, at least aku sudah merasakan beberapa makanan Bali, Sate Babi Bawah Pohon yang lumayan rame, buat makan saja mesti ngantri dan PorkStar dengan ribs nya yang maknyus. Murah sich untuk porsi yang lumayan gede... Mungkin karena rombongan kita itu Pork lover so everything we ate is about pork. Waktu transit ini juga aku sempatkan untuk mengunjungi salah satu landmark Bali, Kuta Beach. Cukup dech ya karena aku tidak sedang travelling ke kota Bali. Ini cuma iklan yang numpang lewat.
Then what I want to talk is… It’s my very first time to say hello to the PERTH!. But… it will be my last time for Australia visit dengan visa WHV ku yang akan berakhir di September 2017 nanti. Sedikit kecewa karena perjuangan menjadi warrior harus berhenti sampai disini, sedih saat aku harus melihat teman-teman warrior melanjutkan 2nd year mereka sementara aku terduduk karena usiaku yang juga sudah tidak memenuhi syarat lagi dan beberapa alasan lainnya. Cuma aku yakin pasti ada rencana yang lebih baik. Buktinya selama dua minggu kemarin aku diberikan sebuah kesempatan untuk bertemu kalyanamitta yang luar biasa. Mungkin kusala karma sedang berpihak padaku dan semoga kedepannya demikian indahnya. Aku belajar sebuah totalitas semangat kebersamaan dari mereka, para Kalyanamitta Siripada. Kekeluargaan mereka yang solid, saling merangkul dan berjalan bersama.


Malam kota Perth yang sepi membuatku tidak terlalu banyak untuk melakukan explorasi, even itu hanya sebatas city. Kami dari team Fantastic 6 (six) landing di Perth International Airport pukul 6.15 sore dengan cuaca 14 derajat celcius. A lil bit windy with showers. Setibanya di Novotel Langley yang berada di persimpangan Adelaide st.; kami berjalan menelusuri ruas setapak ditemani angin yang lumayan kencang dan akhirnya kami sampai pada satu restoran korea, Palsaik Namoo Korean Barbeque. Kali ini kami menjadi Fantastic 4 (four) karena MoM Sugi dan MoM Rere harus berbalik arah. Yeap still ok lah, surga benar! We can taste any kind of pork di hari pertama sebelum retreat dimulai. La la la la la And let see the next day! 



Hari kedua ini jadwal sudah tersusun, mengunjungi beberapa tempat ikonik kota Perth; tidak terlalu jauh karena harus mengejar keterbatasan waktu. At least kita tuch masih sempat city tour, ngaso dulu sembari ngeliat yang namanya Bell Tower, ngunjungin Elizabeth Quay, Kings Park and Botanical Garden dan bermain di Caversham Wildlife Park.
Yang tidak kala penting adalah SELFIES!!! Menikmati santapan malam di The Old Fig Tree Restaurant, “The place where friends and good food come together” dan itu cuocok banget! Gaya restoran yang klasik dan nyaman. Karena kapasitas jumlah orang kita yang lumayan ribet kalau mesti 1 piring sharing berbelasan orang, akhirnya kita ada beberapa kelompok jadinya. Kita ngorder and pay bill by our own. Kebetulan disini aku ketemu dengan beberapa MoM yang kocak habis, ada MoM Janto, MoM Hendy, MoM Yuli, MoM Citra dan saya sendiri. Ini list order kita buat berlima: Marsala Pork Fillet Medallions, Chili & Lime Duck Stir-Fry, Port & Star Anise Ox Cheeks and the last The Old Fig Tree’s Scotch Fillet. Ditempat ini kita banyak belajar; dari secuil nasi yang manakala harus kita bagi berlima. Can you imagine that? Super ngakak. Even punya duit juga gak bakal kebeli yang namanya nasi disini, Cuma bisa diserve sama French fries-nya. Dan ternyata… hidup di Indo itu jauh lebih enak ya MoM Janto? (salam damai) MoM Janto sampai relain tuch prawnnya buat dikasih ke teman-teman lain untuk diganti nasi. Ha ha ha Overall, Excellent!



Sebenarnya aku tidak cukup mengerti untuk perjalananku kali ini. Terlalu banyak up and down hingga aku bisa sampai di tempat ini, Perth! Dan sebentar lagi untuk beberapa jam kedepan, aku akan benar-benar tiba di tempat yang telah menjadi tujuanku beberapa tahun lalu, Jhana Grove, Serpentine. Sebuah kota yang  berada 55 km di sebelah tenggara kota Perth. Wohooo!!! Kami benar-benar menempuh perjalanan yang lumayan jauh dari Indonesia. Lelah…??? Not really! 


And… Jreng Jreng… you know what I feel right now? It’s such a wonderful place that I have ever visited! So peaceful!!! And It’s Heaven, Jhana Grove! Berasa ada suatu aura yang berbeda di tempat ini. I don’t know why but it’s so real, smiley piercing inside me. Dan ini retreat tidak seseram yang aku bayangkan sebelum nginjakin kaki di tempat ini, bahkan lebih comfort. Aku merasa jauh lebih enjoy, lebih relax karena tidak ada keterikatan, tidak ada keharusan sama schedulenya yang sudah ada; Meditate, Chanting, Talk and so on.
Tapi aku ingat… MoM Teki pernah bilang yang harus itu hanya ada 2 dalam retreat ini, harus Makan dan harus pulang. Ha ha ha 


Okay…   Setelah pembagian kamar cottage dan penyampaian beberapa info penting; kemudian kami menarik koper menuju kamar masing-masing. Time to REST! Ingat sama pesan WA dari MoM Tasfan, REST – Read little, Eat Little, Sleep Little, Talk little J Di cottage ini aku juga beruntung banget, ketemu para MoM yang welcome, MoM Norlela, MoM Rita dan MoM Lily. Retreat sich retreat tapi tetap aja kalau ketawa suara kami menggelegar. Oh ya, MoM itu adalah sejenis panggilan baik itu untuk laki-laki maupun wanita. Kenapa harus MoM? Menurut cerita dari MoM Teki karena dikehidupan lampau itu kita semua pasti pernah menjadi seorang ibu dan mungkin pernah menjadi bagian dari keluarga yang sama. Bahkan mungkin mereka adalah Mama saya di kehidupan lampau. Dan untuk menghormati sosok ibu, maka setiap orang disapa dengan MoM. Aku jadi keingat yang pernah diceritain MoM Rita karena panggilan ini (ketawa geli).  



24 June 2017 – 2 Juli 2017. Rise with Gusto! Itu kalimat pertama yang aku lihat ada dalam susunan schedule selama masa Retreat setiap harinya. Jadwalnya sich jam 4.00 – 4.30 WIB, tapi aku selalu bangun Jam 5.00 WIB. I am so sorry since this time is my real sleep and think nothing. Aku benar-benar merasakan kesegaran yang sudah lama hilang dalam hidupku dan sekarang ia kembali. It’s my real happiness. Disini aku juga berada di sekeliling orang-orang yang penuh metta, penuh canda dan tawa, positive vibes yang benar-benar berasa. Kita bahkan bisa tertawa lepas sampai lupa akan retreat sebenarnya. Noble silence kadang kala benar-benar lenyap terlupakan. Tapi tujuan utama Meditasi, Chanting dan Dhamma Talk selalu tidak terlewat kecuali di pagi buta. 


Aku sungguh banyak belajar di tempat ini; Letting Go, Be kind, Be compassion, Be Mindful!. Sesuatu yang mudah untuk terucap tetapi susah dalam pelaksanaannya. Mengatasi kemarahan, kemelekatan??? Argghhh… I am not really sure but will try. 


Aku tidak pernah ngebayangin ada tempat yang se-nyaman ini, It’s a real wonderful! Even dalam forest sekalipun, meditate atau berjalan sendiri gak memberikan rasa takut. Benar-benar lepas. Everything you get from here is priceless. Terus ada danau yang indah, tempat yang aku rasa mampu memberikan kenyamanan, ketenangan dan mampu mengembalikan spirit-spirit yang sempat terkubur oleh rasa lelah. Ada Bodhinyana Monastery yang memberikan aura spiritual yang luar biasa. Disini aku belajar tentang usaha melepas ego, tingkat ke-aku-an yang tinggi yang ada dalam pribadiku sendiri. Belajar dari beberapa cerita Ajahn yang mengena langsung dalam kehidupanku sehari-hari. Beberapa cerita Ajahn yang masih terngiang adalah tentang Anger Eating Demon (Monster pemakan amarah) yang merupakan satu seni dalam mengembangkan cinta kasih. Bagaimana mencintai orang lain yang harus dimulai dari mencintai diri kita sendiri. Ya, a lil bit simple but hard to do! Perlu adanya peacometer disini. Kemudian aku belajar bagaimana menghargai dan bersahabat dengan diriku saat ini, yang lebih tepatnya “how to dwell with your present moment”; Hanya cukup dengan 3 pertanyaan simple; “When is the most important time?”, “Who is the most important person?”, “What is the most important thing to do?”. Apa yang aku dapati adalah segala hal yang bermain dengan pola pikiran yang berujung memberikan rasa tenang dan kebahagiaan.
Meditasi juga tidak hanya sekedar duduk, kaki bersila dan memejamkan mata. Meditate is more than that, banyak cara dan yang terpenting adalah menyadarinya, sadari apa yang sedang dilakukan, sadari apa yang sedang terjadi. Be mindful!


Yang bakal buat aku kangen akan tempat ini??? Hmm… may be one of the thing adalah makanannya juga kali ya. Secara dessertnya yang crunchy, yummy and smelling good. We have real breakfast and lunch time. Even setiap pagi itu bubur selama 9 (Sembilan) hari, I never get bored. Can you imagine??? Bahkan, saat ini masih kepikir wanginya tuch bubur. Kalau suruh milih diantara sandwich dan bubur, I will choose that porridge. Chef-nya amazing! Lidah kami masih keburu dimanjakan dengan pizza menjelang di hari terakhir retreat, terima kasih MoM Haris. Itu gak akan terlupa.


9 (Sembilan) hari masa retreat terasa sangat singkat. Terlalu banyak pengalaman yang gak bisa terungkap dan hanya bisa dirasakan. I really got everything, jauh dari yang aku pikirkan. Aku punya teman-teman baru, punya om-tante yang super care dan inilah kesempatan luar biasa yang aku terima tahun ini, Terima kasih Om dan Tante Hun, Terima kasih Om Lasmono dan Tante Mega, Terima kasih teman-teman semua. Semoga karma baik mengkondisikanku untuk mengunjungi tempat ini lagi, ulang dan berulang kali, the most quiet place that send me peace and freedom, joy of happiness seperti kata Ajahn. Really amazing! Hari ini… 2 Juli 2017, Jakarta menyambut kembali kami dengan hingar bingarnya. I will reach you with my hand. 


-“Welcome to the world! This is not heaven!”-




Sunday, 26 June 2016

Pejuang Mimpi (Medan, 26 Juni 2016)

Hidup adalah sebuah perjuangan! Itu adalah kenyataan sebenarnya yang tidak mungkin bisa untuk dipungkiri. Manusia yang selalu terjatuh dalam setiap problema dan ogud salah satu orang yang ada di dalamnya. Ogud bukan dari keluarga ningrat, konglomerat atau bahkan kasta tertinggi sekalipun. Namun, bukan juga dari keluarga yang tidak berada. Ogud bahagia menjadi bagian dari sebuah keluarga sederhana yang penuh kehangatan dan cinta, dikelilingi oleh mereka yang senantiasa membangunkan ogud untuk bangkit dari setiap keterpurukan; Bokap, nyokap dan si adik-adik… Mereka cinta pertama dalam diri ogud...

Jujur… dan sejujurnya… (bedanya apa ya?) J Ogud ini orang yang penuh angan, penuh mimpi. Ceritanya hidup ini penuh dengan passion yang tinggi. Mau ini, mau itu… Kepingin ini, kepingin itu… bahkan ogud seringkali beranggapan “Gila! Emank bisa???!” dan ya… akan ogud buktikan dengan usaha yang paling maksimal. Saat ditanya pernah tidak frustasi akan apa yang dijalani? Jawabannya “PERNAH!”, tapi gak sampai stress dan bengong sendiri lo… at least cuma diam dikamar doank semalaman, bobok dan besoknya udahan tuch… bangkit lagi dech. Tapi pernah juga sich sampe berhari-hari dikamar dan keluarnya pas nyari makan doank. Karena buat ogud, makan itu harus dan penting! J

Ogud benar-benar punya mimpi dari segala mimpi itu sejak SMA. Saat orang-orang masih sibuk dengan yang namanya masa muda, masa pacaran… Ogud malah mikirnya pengen cepatan tamat sekolah, cepatan kuliah dan cepat nyari gawean. Mau kesini, kesono yang penting ogud senang dech; gitu sich anggapannya. Kenapa gak sibuk ikutan orang-orang masuk ke dalam masa pacaran? Ahaaa… jawabnya ogud sudah diwanti-wanti sama si bokap nyokap. “Hey… kamu itu masih sekolah ya!”. Dalam hati ogud pikir “Well! I know it Dad.. Mom… Don’t worry J ”Bukan berarti ogud gak enjoy dengan kehidupan di bangku SMA, malah banyak memori yang kesimpan lo... Ya… belum ada jodoh juga kali ya :P

Hidup ogud seakan berpetualang seperti seorang adventurer yang senantiasa mencari hal baru buat di explore, mencari rimba baru untuk ditapaki. Terus sering orang-orang beranggapan begini begono cuma karena ogud tuch cewek… Hmm… Don’t judge the book from the cover. You have to learn that guys! Biarpun dari dulunya ogud hanya pisah ratusan kilometer dari kampuang; bisa kagak sich jangan meng-underestimate ogud ini. Malangnya… L Whatever dech, biarin aja... Emang ogud pikirin :D Do my best!

Back to the topic. Sekarang tuch ogud hampir menginjak kepala 3 (tiga). Oh no… Kepala 3 (tiga) bok. So what gitu lo. Masih mau melalang buana??? Yes, will make it! Jadi keingat 6 (enam) tahun lalu when I decided to move and change my job. Ogud berkelana ke ibu kota Metropolitan, Jakarta. Jakarta sudah ngebuktiin bahwa hidup itu keras. Sampai-sampai ogud berani ngomong kalau di Jakarta itu hidup dengan 7P; Pergi Pagi Pulang Petang Pendapatan Pas-Pasan. Gila beeng :D Semenderita itukah? Actually not at all. Cuma ya jarang-jarang kalau pulang ngantor masih bisa ngeliat cahaya terang. Sedikit lebay? But it’s damn true!

Ogud teringat 26 Desember 2010 lalu, pertama kali melangkahkan kaki untuk kota segede J-Town. Rasa takut? Ada!, Rasa sedih? Ada!, Rasa Bingung? Apalagi J Tapi dibalik semuanya itu yang paling give impact buat nyuruh ogud maju dan maju itu “TANTANGAN”. Ogud gak mau disebut anak “Mami”. Ogud itu anak Papa Mama yang punya power untuk maju, punya ambisi, punya misi. Gak harus jadi terkenal ini itu, setidaknya ogud punya sesuatu yang lebih, yang bisa ngebantu atau at least useful for all people around me; share care, love and happiness. Sadhu! J

Cuma bertahan sekitar 3 (tiga) tahun; ogud harus kembali ke kota kuliner, Medan. Serba-serbinya hanya diliputi makan, jalan dan kerja (dalam hati “gimana kagak gendutan”) J Menyesal? Kadang iya. Apalagi saat-saat buruk mulai terasa di lingkungan kerja sekarang. Apapun ceritanya; ogud yakin dan percaya rencana Tuhan itu indah.

Sekarang ogud bukan hanya yakin dan percaya lagi. Namun, mimpi ogud akan menjadi nyata (Cubit-cubit pipi dan itu benaran sakit). Ogud gak lagi tertidur dan email itu benaran ada di list inbox. Percaya atau tidak, ini adalah sebuah penantian yang penuh kegalauan dengan hidup yang tiada hari tanpa ngecek email yang masuk. Cerita penantian itu ada di blog ogud sebelumnya “Work and Holiday – I’m blessed!!!I’m warrior!!! (29 Januari 2016)”. Blog itu bakkan udah sampai nutupin mata dan pikiran ogud buat nyambung cerita ogud di Jepang. Sesuatu banget gitu ya… :D

Hidup benar-benar sebuah pilihan! Ogud merasakannya saat ini. Ogud sekarang dihadapkan pada level tinggi dari sesuatu yang namanya keharusan. Harus ninggalin zona nyaman dengan penghasilan lumayan buat hidup ogud, harus ninggalin kerjaan tetap, harus ninggalin dulu nikmatnya travelling indah de el el dan hanya untuk hidup ngebabu di anta beranta sana. Ya… begitulah hidup! Jreng… Jreng… J J J

Sampai sekarang waktu terus berjalan, tinggal beberapa bulan. Sudah nyoba kirim lamaran kesana kesini di ujung sono buat ngelamar kerja. Sekalipun itu Customer Service, admin atau Sales dan Telemarketing; tetap aja hasilnya masih nol. Too bad! L Gak bisa ngeboongin diri sendiri sich… Ogud galau beeng karna rasa gundah itu belum kabur. Dalam hati, betah banget sich si galau ini stay di diri ogud :D Nurut teman-teman yang lain itu kalau ngelamar mesti nunggu disono dulu baru bakal bisa lebih gampang. Soalnye kalau si employee udah ngeliat phone number dari indo, pasti sudah kereject. Beneran gak sich? Serem juga cuii... Semoga pas disana nasibku bakal lebih baik J J J

Dilemma? Wuah… ini lebih gawat lagi. Mau tau kenapa? Karena pilihan ogud ini harus dan bakal buat ogud lebih ngirit lagi, jauhin dari suspect-suspect yang bisa buat ogud kritis karena besar pasak dari tiangnya. Ha ha ha Gimana kagak? Ogud bakal kehilangan some of my monthly income. But it’s ok, I will fight! Gak bakal lama koq. Ogud bukan orang yang setia buat duduk diam doank.

Ogud belajar dari pengalaman kakak-kakak senior pejuang lainnya. Mereka berasal dari praktisi yang sudah mumpuni dibidangnya; dari designer, akuntan publik bahkan penulis sukses dengan karya-karyanya di negeri sendiri. Namun… mereka masih tetap menebar mimpi, berkelana kesana kemari diantara sesuatu yang tidak pasti. Keren!!! Bahkan tidak sedikit dari mereka mengerjakan sesuatu yang dipandang sebelah mata oleh orang-orang disini. Au Pair, Barista, Waitress, Kitchen Hand telah menjadi profesi pilihan para pejuang ini. Tidak peduli apapun yang terjadi, mereka telah mampu merasakan nikmatnya kehidupan menjadi seorang petualang sejati. Bahkan mengisi dolar di kantong mereka sendiri. Ha ha ha Mau???  

Keputusan tetap keputusan. Ini akan menjadi pengalaman berharga. Ogud tidak akan pernah tahu bagaimana masa depan akan memperlakukan ogud. Tapi ogud tahu, ogud adalah pejuang mimpi. Ogud bakal coba untuk berpikir positif dan menjadi diri sendiri. Rencana hanyalah sebuah catatan dalam agenda; perlu sebuah usaha sebagai motorik yang akan membuatmu selalu berkarya. Ogud bisa dan HARUS BISA! J加油!!! J J J



-Let your dream fly with you and never break it even if you want to pause for a while-

-Be a traveler to discover who you are-

Tuesday, 14 June 2016

Golden Ticket of My Life (21 October 2015)

Thank you for today. I am still alive. I still can feel how to breathe well; breathing-in, breathing-out. Who can guess what the gift I have received today? It’s priceless! Yap… It’s Golden Ticket of Life, My Crystal Life!

Time passed too fast. My parents said their little girl has grown up and I smile. I thank for everything in my life. I have them; warm family, cheerful friends and people who are willing to support me all the time. I feel blessed. I still have chance to create any moment with the fondest memory.

This month, I have gone thru a lot of learning. I learn the severity of life. I learn on how to survive… Because we know life is never flat. From the orphanage children, PA. Bhakti Luhur; I have learnt a lot. They look like angel. I saw their innocent face that holds happiness. Amaze me! Although they live among their own shortcomings; but they never complain. Can we act like them? It shame! When we all are fulfilled with completeness, but what we feel? Unsatisfied! Umm…

I am so happy to play with them. We all feel free; to shout, to laugh, to dance, to clap hands and sing. I am able to transform their happiness into warmth of family. They can feel what we called as togetherness. They are children who yearn for love and care. They are not poor children; they are rich with dreams. You may never imagine how lofty they are. 

Hope tomorrow I still have a chance to share with these little kiddos. Not only that, I have done retreat for this month. It’s going to be my first experience. And really, I feel relax. I enjoy every second of me time and promise to join another retreat next time. I try to overwhelm my spiritual life. I aware and realized that my life is getting away from self improvement. I am careless. This retreat teaches me more about mindfulness. I realize my life has been far from the truth, always preoccupied by uncertain things and it seems has been filled with fear and anger. I am not expecting more. I only need to know that I live for this moment.

Today, I awakened with the number of 29. I am nothing without You, the best of mine. Hope everything gonna be alright. Be happy and keep spirit! New path is coming. Hope all my dreams are going to be true. No one will know what will happen tomorrow but I know I have to be better than yesterday.

*** Sadhu… Sadhu… Sadhu… ***

Thursday, 9 June 2016

Beautiful Memoirs of Childhood (16 February 2016)

First time we got into school, we countered with cry;
We shout with "No" till our parents tried to deceive us by all means; 
We learned on how to write and read an ABC;
We sang song "balon-ku ada 5"and "cicak-cicak di dinding";
We played "Tazos, Balon Tiup, BP and Yoyo";
That's gonna be our best moment we have ever had...
As the time goes by; we are growing up, covering with love and care;
We now are getting older even some of us are getting bigger by letting his or her-self be a part of others;
No matter what; how we have ever argued, fight, hostile or warring but believe that gonna be things which make us closer;
We will never know how tomorrow treat us but the thing we may understand is our friendship will cheers up our old day and at that time, we'll call "Beautiful memories on His grace"



*****

Secret Paper on Vesak; Secret Paper of My Heart (21 May 2016)


Secret paper of my heart;
Write down with all hopes;
Write down with all loves; 
Promise to write till I old;
Is everything about body, mind and soul;
Now... I am getting grow;
Need somebody to hold;
And now I understand that Buddha gonna be my threshold;
To plan, to start anything I never told;
Secret paper of my heart;
You are the thing that I rolled;
With more spirit, I will throw;
With more happiness for sure it will flow... 

*** Life is priceless, So live life to the fullest - Put it highest, fulfill with happiness ***

Renungan Waisak 2560BE (21 May 2016)


Genta waisak telah tiba. Tepatnya tanggal 22 Mei 2016 senandung nada-nada waisak akan berkumandang di bumi persada; menjadi bagian terpenting dari sejarah perjalanan kehidupan Pangeran Siddharta, mencapai Samma Sambuddha hingga Maha Parinibbhana. Keagungan beliau adalah sebuah tauladan; meninggalkan segala kemelekatan duniawi bahkan Dharma adalah sebuah harga mutlak yang tetap lestari oleh-Nya. 


Waisak adalah sebuah momentum mengenang kembali 3 (tiga) peristiwa penting di zaman kehidupan Sang Buddha. 



1. Ia yang terlahir dari rahim seorang ratu Dewi Mahamaya, sebagai putera kerajaan sakya dari Pangeran Suddhodana. Tepatnya 623 SM di bulan purnama siddhi, seorang bayi yang kemudian berjalan seketika 7 langkah diatas bunga teratai ke arah utara; Itulah Siddharta kecil yang terlahir bersih dan tanpa noda. Lalu ia mengucapkan kata-kata :


"Aggo 'ham asmi lokassa,
Jettho 'ham asmi lokassa,
Settho 'ham asmi lokassa,
Ayam antima jati, 
Natthi dani punabbhavo"


Yang artinya : 



"Akulah pemimpin dalam dunia ini,
Akulah tertua dalam dunia ini,
Akulah teragung dalam dunia ini, 
Inilah kelahiranku yang terakhir,
Tidak akan ada tumimbal lahir lagi bagiku"



2. Kemudian pada usia 35 tahun, Tepatnya 588 SM di bulan waisaka, Pertapa Gotama mencapai Samma Sambuddha di bawah pohon Bodhi. Beliau yang penuh welas asih dan kebijaksanaan telah melenyapkan segala belenggu kehidupan. Dari keindahan istana, suguhan kenikmatan harta hingga mara yang timbul tenggelam dalam prosesnya, beliau tersadar dan bangkit oleh teguhnya suara alam yang menggema, dari perbincangan para penari yang berkata:



"Bila senar kecapi dikencangkan, suaranya akan semakin tinggi. Jika terlalu kencang, senar kecapi akan putus dan suara kecapi akan lenyap. Bila senar kecapi dikendorkan, suaranya akan semakin merendah. Jika terlalu kendor, maka lenyaplah... Suara kecapi itu"



Asa dan addhitana yang kuat telah mendorong Sang Buddha menyebarkan indahnya Dharma di jagad raya. Selama 45 (empat puluh lima tahun); Yang Mulia, Yang Maha Tahu menguraikan khotbah tentang kebenaran mulia; Dukkha, Asal Mula Dukkha, Lenyapnya Dukkha, Jalan untuk melenyapkan Dukkha. Semua tidak terlepas karena sebuah penyadaran tentang hidup adalah Dukkha, Anicca dan Anatta. Begitu agungnya Sang Buddha, Guru agung junjungan kita.



3. Setelahnya dan kembali di bulan purnama siddhi di bulan Waisak; pada usia 80 tahun, 543 SM, Beliau terbaring sakit di antara dua pohon sala di kusinagara. Beliau yang lemah kembali tetap menyebarkan dharma bahkan hingga Maha Parinibbhana. Sungguh agung pengorbanan beliau. Tetap berjuang dalam jendela Dharma.



Detik-detik Tri Suci Waisak 2560BE ditahun 2016 ini akan jatuh pada pukul 04.14.16. Bukan sorak sorai kemeriahan yang harus dilakonin tetapi lebih pada sebuah perenungan akan kewaspadaan hidup, menyadari sepenuhnya hakekat Buddha Dharma di Dunia melalui sebuah pelestarian yang kini mulai berdentang dalam senandung gita.



Transformasi Mental dengan Damai dan Harmoni yang menjadi tema waisak tahun ini diharapkan memberikan sebuah perubahan kepribadian yang mampu menjadi tolak ukur sebuah perjalanan hidup yang lebih baik. Semoga keegoan perlahan terkikis; rasa dengki, iri hanya tersisa dalam kata tanpa makna bahkan sirna dan tak lagi mengelabui kehidupan yang penuh metta. Dan... Semoga demikian adanya. 


Appamadena Sampadetha... 
Happy Vesak... Happy in Dharma...

Sunday, 11 October 2015

PA. Bhakti Luhur (11 October 2015 - Our Birthday Moment)


Kegembiraan adalah saat orang-orang mampu berterima kasih, tersenyum di kala susah; bukan mengeluh dan mencerca murka. Hari ini… aku melihat dunia berbeda! Walau ini bukan pertama kali aku berpijak pada sebuah hunian yang disebut panti; Namun, jujur ini pertama kali aku terjun bermain mengawal mereka. Aku melihat bagaimana mereka melalui pilu kehidupan ini.

Saat mereka mampu menjustifikasi bahwa tidak ada keadilan bagi perjalanan kehidupan mereka; tetapi itu tak pernah mereka lakukan! Sebuah pelajaran berharga yang terpetik hari ini, dari kondisi ini adalah sebuah kata “SYUKUR”. Ya… inilah sebuah pengkondisian. Bagaimana dengan kita? Ketika ketidakpuasan itu mengekang kita, mengapa tidak mengawalinya dengan hal ini? Terkesan sederhana tetapi tersembunyi arti yang luar biasa.

Mereka terdidik oleh kasih, berangkat dari perasaan terdalam yang bernama cinta. Mereka tumbuh dalam sebuah lingkaran  “KELUARGA”. Sebuah kebersamaan dalam keseharian yang menumbuhkan ikatan erat untuk saling memiliki, saling menjaga dan berbagi dalam sebuah “KESEDERHANAAN”. Dapatkah kita? Hidup tidak memerlukan penonjolah diri yang terkesan sombong; karena itu hanyalah sebuah ego ke-aku-an yang pada akhirnya menimbulkan sedikit benih akusala karma bagi perjalanan hidup seseorang.

Berangkat dari hal tersebut, aku masih melihat banyak pelajaran yang tak ternilai harganya. Berikutnya adalah sebuah “TEKAD”. Bagai menggembara di belantara, mereka berjuang hidup diantara ketidakberdayaan baik fisik maupun mental. Kekurangan tidak menyurutkan cita-cita mereka. Mereka adalah anak-anak yang punya “MIMPI”. Mereka berusaha mengejar mimpi dalam sebuah keterbatasan. Bahkan lihat banyak diantara mereka yang lebih berhasil menginspirasi dunia. Mereka mampu menaklukan dunia yang sering beranggapan dan berpandangan kecil terhadap mereka.

Kebahagiaan yang tidak terbayarkan oleh harta duniawi adalah saat melihat gurat tawa yang terlepas dari wajah si kurcaci kecil. Terima kasih untuk hari ini. PA. Bhakti Luhur telah memberikan sebuah inspirasi. Mengingatkanku pada PA. Guna Nanda-Jakarta; Bagaimana kabar anak-anak disana? Semoga mereka selalu tersenyum bahagia.

*The most beautiful blessing in life happens when we are able to share, embrace world as a family, hand in hand, breathing-in, breathing-out with tons of thank you…*