Showing posts with label learning. Show all posts
Showing posts with label learning. Show all posts

Sunday, 11 October 2015

PA. Bhakti Luhur (11 October 2015 - Our Birthday Moment)


Kegembiraan adalah saat orang-orang mampu berterima kasih, tersenyum di kala susah; bukan mengeluh dan mencerca murka. Hari ini… aku melihat dunia berbeda! Walau ini bukan pertama kali aku berpijak pada sebuah hunian yang disebut panti; Namun, jujur ini pertama kali aku terjun bermain mengawal mereka. Aku melihat bagaimana mereka melalui pilu kehidupan ini.

Saat mereka mampu menjustifikasi bahwa tidak ada keadilan bagi perjalanan kehidupan mereka; tetapi itu tak pernah mereka lakukan! Sebuah pelajaran berharga yang terpetik hari ini, dari kondisi ini adalah sebuah kata “SYUKUR”. Ya… inilah sebuah pengkondisian. Bagaimana dengan kita? Ketika ketidakpuasan itu mengekang kita, mengapa tidak mengawalinya dengan hal ini? Terkesan sederhana tetapi tersembunyi arti yang luar biasa.

Mereka terdidik oleh kasih, berangkat dari perasaan terdalam yang bernama cinta. Mereka tumbuh dalam sebuah lingkaran  “KELUARGA”. Sebuah kebersamaan dalam keseharian yang menumbuhkan ikatan erat untuk saling memiliki, saling menjaga dan berbagi dalam sebuah “KESEDERHANAAN”. Dapatkah kita? Hidup tidak memerlukan penonjolah diri yang terkesan sombong; karena itu hanyalah sebuah ego ke-aku-an yang pada akhirnya menimbulkan sedikit benih akusala karma bagi perjalanan hidup seseorang.

Berangkat dari hal tersebut, aku masih melihat banyak pelajaran yang tak ternilai harganya. Berikutnya adalah sebuah “TEKAD”. Bagai menggembara di belantara, mereka berjuang hidup diantara ketidakberdayaan baik fisik maupun mental. Kekurangan tidak menyurutkan cita-cita mereka. Mereka adalah anak-anak yang punya “MIMPI”. Mereka berusaha mengejar mimpi dalam sebuah keterbatasan. Bahkan lihat banyak diantara mereka yang lebih berhasil menginspirasi dunia. Mereka mampu menaklukan dunia yang sering beranggapan dan berpandangan kecil terhadap mereka.

Kebahagiaan yang tidak terbayarkan oleh harta duniawi adalah saat melihat gurat tawa yang terlepas dari wajah si kurcaci kecil. Terima kasih untuk hari ini. PA. Bhakti Luhur telah memberikan sebuah inspirasi. Mengingatkanku pada PA. Guna Nanda-Jakarta; Bagaimana kabar anak-anak disana? Semoga mereka selalu tersenyum bahagia.

*The most beautiful blessing in life happens when we are able to share, embrace world as a family, hand in hand, breathing-in, breathing-out with tons of thank you…*

Thursday, 11 June 2015

Save Life For Angeline

            Angeline… malaikat mungil yang menyayat kepedihan hati. Hampir sebulan putri ini menghilang dan ternyata ia kembali dengan kematian yang tragis. Seakan kehidupan ini akan segera sirna. Bagaimana mungkin seseorang dengan begitu tega melakukan hal sesadis ini terhadap hidup Angeline. Yang jelas; sepertinya apa yang diungkap oleh media benar adanya. Angeline pergi selamanya karena manusia yang dibutakan oleh harta.
            Sungguh memprihatinkan! Angeline… Nama yang begitu indah. Berasal dari Bahasa Perancis, Angeline bermaknakan Bidadari. Ya… bidadari kecil penyampai pesan Tuhan bahwa dunia telah bergejolak pada penurunan akhlak dan etika.
            Kronologis peristiwa Angeline banyak mencuak di media sosial, surat kabar atau pun pamflet pengumuman lainnya. Sempat muncul di media facebook yang kian marak saat ini, menjadi item share dari satu ke yang lainnya. Dan, penulis sempat mengabaikan pesan itu karena dikira hanya spam belaka. Ternyata… what the hell it is!
            Angeline yang dilaporkan hilang di pertengahan Mei 2015 saat bermain di depan rumahnya di daerah Sanur Bali ternyata berada tak jauh. Dan itu semua diketahui ketika misteri terkuak dengan penemuan jasad yang telah membusuk di bawah pohon pisang di belakang rumah keluarga angkatnya, keluarga yang telah mengadopsinya, yang sesungguhnya harus memikul tanggung jawab terhadap keselamatan dan kesejahteraannya. Bali damai telah berguncang dengan dramatis.
            Kasus Angeline setidaknya membuka mata hati kita untuk lebih peka terhadap lingkungan. Sering kali kita hidup dalam keegoisan, untuk saling tidak peduli. Miris memang ketika segalanya terlambat. Terlebih ketika kekerasan itu terjadi pada anak yang masih di bawah umur seperti Angeline. Saat dimana seharusnya orang-orang dapat bertindak lebih, harus diam menepi. Jujur ini merupakan sebuah kemerosotan kehidupan di negeri ini.
            Dari kepiluan ini, perlu sebuah pergerakan cepat. Jadikan peristiwa ini sebagai pembelajaran yang berharga terutama bagi Komnas PA, KPAI di Indonesia sebagai wadah melindungi hak para malaikat kecil. Masyarakat seperti kita harus semakin proaktif untuk mendukung kinerja para jajaran dan jangan lagi membiarkan mereka tersakiti. Jangan buat angeline-angeline lain dengan kisah seperti ini. Tak ada lagi kata yang cocok selain prihatin untuk peristiwa negeri ini.
            Biarkanlah anak-anak berkumpul dengan keceriaan dan kebahagian mereka sendiri; jangan melingkari mereka dengan kekerasaan. Karena hal itu akan rentan membuat mereka terjatuh dan sulit untuk bangkit. Mereka adalah human being yang perlu didikan, perlu pembenahan tetapi bukan penyiksaan. Anak kecil punya dunia yang indah. Look at their innocent face; sometimes there are amazing inside! They are the bearers of noble, for life… Mereka mungkin adalah pejuang masa depan yang memiliki mimpi luar biasa dan bahkan bisa jadi mereka adalah pohon yang kelak melindungi kita.
            Drama Angeline : Bali’s Missing Child telah berakhir dengan ending story yang terkutuk dan keji. Penulis bukan seorang hakim yang dapat menjustifikasi siapa pelaku dibalik kematian ini. Ibarat game media sosial yang saat ini mem-booming jagad raya; “Criminal case”. Biarkan aparat negara menjadi detektif untuk mengambil langkah lebih lanjut mencari komplotan yang menjadi dalang perbuatan ini. Bidadari kecil telah pergi, melangkah bersama Tuhan, mengawali kehidupan yang lebih abadi. Hanya boneka Barbie yang menemani; semoga bidadari ini terlelap dalam tidurnya yang panjang dengan alunan suara surgawi. Selamat jalan Angeline... God love you more than us!
(Tergugah dari Kisah Angeline, 12 Juni 2015)

Tuesday, 9 June 2015

A letter send to Sekolah TOEFL, Tons of thank I pay ^.^ (9 Juni 2015)

Hai... Selamat Malam buat Mas Budi dan teman-teman semuanya (berhubung di Indo sudah nunjukin jam 22:45; sementara di Inggris siang kali ya) :) Perkenalkan nama saya Tanty Herlina, cukup disapa Tanty. Saya adalah seorang karyawan swasta di salah satu perusahaan agribisnis di kota Medan.

Sebelumnya terima kasih banget buat Mas Budi yang sudah relain waktunya buat bentuk Sekolah TOEFL, bersedia buat sharing ilmunya ke kita-kita yang masih zero standing buat English. Jarang banget ketemu orang yang benar-benar mau berbagi seperti sekarang ini. Semoga ini bertahan lama dan Mas Budi tidak jenuh untuk mendidik kami ya... Apalagi menampung pertanyaan kami yang berjibun ini.

Go back to the topic (ibarat sebuah reading aja ya sampai harus balik ke yang namanya topik) :) Sejujurnya awal mula saya tahu ada pendaftaran Sekolah TOEFL ini dari teman kantor saya dan ceritanya ini udah dekat-dekat deadline. Langsung aja, creng... Saya buka linknya dan isi dech sesuai petunjuknya. Tada... Dan kemudian beberapa hari kemudian muncul pengumumannya di www.sdsafadg.com. Mata sempat baling karena harus nyari nama saya dari andro yang masih super kecil ini (secara internetan kompi lag banget... Ikut-ikutan energi manusia sepulang kerja yang lagi jetlag). Syukurlah... I saw my name on that list :) Bertekad untuk belajar serius karena ini sarana buat bertanya dan mengasah satu-satunya berhubung saya tinggal bukan di lingkungan yang orangnya cap cip cup dengan bahasa inggris - dalam hati "kasihan banget"). But... Don't worry! Everything gonna be alright! :)

Then... Ceritanya saya juga mulai rajin dech ngerjain skill per skillnya. Cuma kedampret masalah waktu yang pas-pasan, jadinya saya harus pinter-pinter buat ngebagiin. Banyak hal yang saya pelajari disini. Dari grammar-grammar maupun dari question of the day yang sekarang sering dibagiin Mas Budi; secara tidak langsung menambah perbendaharaan kata yang saya miliki aplagi ditambah readingnya yang belum sempat saya baca seluruhnya. Plus minus ada pastinya. Dari sini saya berusaha untuk mengurangi grammatical error. Saya sempat sebel juga sich saat beberapa kali bertanya, saya tidak menemukan jawaban yang saya inginkan. Tapi... rasa penasaran itu terjawab ketika saya menilik lebih lanjut penjabaran skill skill lainnya yang belum pernah saya pelajari. Then... Dengan adanya grup WA di Sekolah TOEFL yang cring crang setiap malam nambah teman juga lo. Disini semua bebas berekspresi, mengutarakan pendapat masing-masing yang tentunya membangun banget.

Sebenarnya, Saya minder dengan bahasa inggris saya yang bisa dibilang kurang... Punya cita-cita tinggi banget; tapi apa daya harus mundur setiap ada penjelasan membutuhkan uji bahasa inggris berupa TOEFL atau IELTS. Tahun ini saya mengumpulkan segala keberanian, saya akan coba ngambil IELTS tanggal 8 Agustus 2015 ini. Doain ya. Semoga ada secercah harapan. Saya harus mencoba; setidaknya apapun hasilnya nanti saya tidak akan menyesal dibanding saya hanya duduk diam dan berpangku tangan. Saya harus berusaha menimbun energi positif. 

Di saat usia sekarang yang sudah hampir menginjak kepala 3 (tiga); banyak yang berpikiran kalau saya mengambil langkah yang salah. Namun, saya berusaha untuk tidak peduli dan hanya mengapresiasi pemikiran setiap orang. Tidak akan ada yang tahu apa yang terjadi esok hari. Semoga... Mimpi itu nyata dan bersanding dengan saya suatu hari nanti. Sama halnya seperti Mas Budi dengan dunianya saat ini. Amazing! Mas Budi, a hundred even a million thank can not cover your kindness to guide us :) We are highly appreciated it! :)

Best regards,

Tanty Herlina  (Sekolah TOEFL 450-Y)