Showing posts with label Best moment. Show all posts
Showing posts with label Best moment. Show all posts

Friday, 15 September 2017

Journey of Happiness (Jhana Grove, Serpentine, Perth, 22 June - 2 July 2017)



23 June 2017, udara dingin dikisaran 15 derajat celcius, dengan secangkir hot chocolate menemaniku pagi ini. Ini adalah hari kedua aku menginjakkan kaki di salah satu wilayah bagian barat Australia, Perth! Bermodal visa subclass 462; kali ini aku datang tidak sebagai warrior yang akan berburu pekerjaan atau sekedar liburan mengexplore kota yang konon katanya ditemukan oleh Captain James Stirling di tahun 1829 ini. Belajar dharma dan latihan sila adalah tujuan. Semoga karma baik mendukung setiap langkah dalam perjalananku kali ini.


Let’s started! Kali ini perjalananku akan terasa sungguh menarik biarpun sedikit kecewa karena  kesempatanku untuk ber-kalyanamitta berkurang; kekurangan personil sungguh bukan yang kami harapkan. Tapi apa daya… embassy sungguh tak bersahabat dengan beberapa diantara kami. Perjalanan ini akan menjadi sebuah eksplorasi yang luar biasa. Bagaimana tidak… It’s gonna be my first trip with no one I know before. But... I’ll make sure, aku akan pulang dengan segudang experiences, ber-kalyanamitta dengan mereka yang super dalam membangun kualitas diri dan semoga demikian adanya.


Hmm… back to my first day dan aku harus bangun di pagi buta. Hoam… berasa seperti akan ikutan sahur dengan teman-teman kost yang akan menunaikan ibadah puasa. “Angel… You have to be around me, please!”. Dan seolah ia mendengar ucapanku. Aku mendengar peri kecil membisikkan suara agar aku segera beranjak dari tempat tidurku atau aku bakal telat. Alarm... ku!!! Dan No!!! Aku bergegas membereskan segala sesuatu yang ada di dalam kamar berukuran kecil itu agar segalanya terlihat apik pada saat aku pulang nanti, hanya debu-debu yang akan kubiarkan menempel; sebenarnya sich kagak ada surat izin untuk hal itu tapi ya sudahlah karena aku tahu dan sadar kalau itu sudah pasti akan terjadi, saat ruangan kosong tak berpenghuni. 


You know what I feel right now? Gado-gado. A lil bit excited but… afraid, Yeap, I’m afraid. Karena ini benar-benar pengalaman yang serba pertama. Almost everything is going to be my very first time. Ini pertama kalinya aku pergi-pergi tanpa ada yang aku kenal, ini pertama kalinya aku bakalan ikutan retreat selama 9 hari (cukup lama), ini pertama kalinya aku menginjakkan kakiku di Bali (meskipun sebatas nongkrong cantik beberapa jam gegara transit). But... even ini cuma nongkrong sesaat, at least aku sudah merasakan beberapa makanan Bali, Sate Babi Bawah Pohon yang lumayan rame, buat makan saja mesti ngantri dan PorkStar dengan ribs nya yang maknyus. Murah sich untuk porsi yang lumayan gede... Mungkin karena rombongan kita itu Pork lover so everything we ate is about pork. Waktu transit ini juga aku sempatkan untuk mengunjungi salah satu landmark Bali, Kuta Beach. Cukup dech ya karena aku tidak sedang travelling ke kota Bali. Ini cuma iklan yang numpang lewat.
Then what I want to talk is… It’s my very first time to say hello to the PERTH!. But… it will be my last time for Australia visit dengan visa WHV ku yang akan berakhir di September 2017 nanti. Sedikit kecewa karena perjuangan menjadi warrior harus berhenti sampai disini, sedih saat aku harus melihat teman-teman warrior melanjutkan 2nd year mereka sementara aku terduduk karena usiaku yang juga sudah tidak memenuhi syarat lagi dan beberapa alasan lainnya. Cuma aku yakin pasti ada rencana yang lebih baik. Buktinya selama dua minggu kemarin aku diberikan sebuah kesempatan untuk bertemu kalyanamitta yang luar biasa. Mungkin kusala karma sedang berpihak padaku dan semoga kedepannya demikian indahnya. Aku belajar sebuah totalitas semangat kebersamaan dari mereka, para Kalyanamitta Siripada. Kekeluargaan mereka yang solid, saling merangkul dan berjalan bersama.


Malam kota Perth yang sepi membuatku tidak terlalu banyak untuk melakukan explorasi, even itu hanya sebatas city. Kami dari team Fantastic 6 (six) landing di Perth International Airport pukul 6.15 sore dengan cuaca 14 derajat celcius. A lil bit windy with showers. Setibanya di Novotel Langley yang berada di persimpangan Adelaide st.; kami berjalan menelusuri ruas setapak ditemani angin yang lumayan kencang dan akhirnya kami sampai pada satu restoran korea, Palsaik Namoo Korean Barbeque. Kali ini kami menjadi Fantastic 4 (four) karena MoM Sugi dan MoM Rere harus berbalik arah. Yeap still ok lah, surga benar! We can taste any kind of pork di hari pertama sebelum retreat dimulai. La la la la la And let see the next day! 



Hari kedua ini jadwal sudah tersusun, mengunjungi beberapa tempat ikonik kota Perth; tidak terlalu jauh karena harus mengejar keterbatasan waktu. At least kita tuch masih sempat city tour, ngaso dulu sembari ngeliat yang namanya Bell Tower, ngunjungin Elizabeth Quay, Kings Park and Botanical Garden dan bermain di Caversham Wildlife Park.
Yang tidak kala penting adalah SELFIES!!! Menikmati santapan malam di The Old Fig Tree Restaurant, “The place where friends and good food come together” dan itu cuocok banget! Gaya restoran yang klasik dan nyaman. Karena kapasitas jumlah orang kita yang lumayan ribet kalau mesti 1 piring sharing berbelasan orang, akhirnya kita ada beberapa kelompok jadinya. Kita ngorder and pay bill by our own. Kebetulan disini aku ketemu dengan beberapa MoM yang kocak habis, ada MoM Janto, MoM Hendy, MoM Yuli, MoM Citra dan saya sendiri. Ini list order kita buat berlima: Marsala Pork Fillet Medallions, Chili & Lime Duck Stir-Fry, Port & Star Anise Ox Cheeks and the last The Old Fig Tree’s Scotch Fillet. Ditempat ini kita banyak belajar; dari secuil nasi yang manakala harus kita bagi berlima. Can you imagine that? Super ngakak. Even punya duit juga gak bakal kebeli yang namanya nasi disini, Cuma bisa diserve sama French fries-nya. Dan ternyata… hidup di Indo itu jauh lebih enak ya MoM Janto? (salam damai) MoM Janto sampai relain tuch prawnnya buat dikasih ke teman-teman lain untuk diganti nasi. Ha ha ha Overall, Excellent!



Sebenarnya aku tidak cukup mengerti untuk perjalananku kali ini. Terlalu banyak up and down hingga aku bisa sampai di tempat ini, Perth! Dan sebentar lagi untuk beberapa jam kedepan, aku akan benar-benar tiba di tempat yang telah menjadi tujuanku beberapa tahun lalu, Jhana Grove, Serpentine. Sebuah kota yang  berada 55 km di sebelah tenggara kota Perth. Wohooo!!! Kami benar-benar menempuh perjalanan yang lumayan jauh dari Indonesia. Lelah…??? Not really! 


And… Jreng Jreng… you know what I feel right now? It’s such a wonderful place that I have ever visited! So peaceful!!! And It’s Heaven, Jhana Grove! Berasa ada suatu aura yang berbeda di tempat ini. I don’t know why but it’s so real, smiley piercing inside me. Dan ini retreat tidak seseram yang aku bayangkan sebelum nginjakin kaki di tempat ini, bahkan lebih comfort. Aku merasa jauh lebih enjoy, lebih relax karena tidak ada keterikatan, tidak ada keharusan sama schedulenya yang sudah ada; Meditate, Chanting, Talk and so on.
Tapi aku ingat… MoM Teki pernah bilang yang harus itu hanya ada 2 dalam retreat ini, harus Makan dan harus pulang. Ha ha ha 


Okay…   Setelah pembagian kamar cottage dan penyampaian beberapa info penting; kemudian kami menarik koper menuju kamar masing-masing. Time to REST! Ingat sama pesan WA dari MoM Tasfan, REST – Read little, Eat Little, Sleep Little, Talk little J Di cottage ini aku juga beruntung banget, ketemu para MoM yang welcome, MoM Norlela, MoM Rita dan MoM Lily. Retreat sich retreat tapi tetap aja kalau ketawa suara kami menggelegar. Oh ya, MoM itu adalah sejenis panggilan baik itu untuk laki-laki maupun wanita. Kenapa harus MoM? Menurut cerita dari MoM Teki karena dikehidupan lampau itu kita semua pasti pernah menjadi seorang ibu dan mungkin pernah menjadi bagian dari keluarga yang sama. Bahkan mungkin mereka adalah Mama saya di kehidupan lampau. Dan untuk menghormati sosok ibu, maka setiap orang disapa dengan MoM. Aku jadi keingat yang pernah diceritain MoM Rita karena panggilan ini (ketawa geli).  



24 June 2017 – 2 Juli 2017. Rise with Gusto! Itu kalimat pertama yang aku lihat ada dalam susunan schedule selama masa Retreat setiap harinya. Jadwalnya sich jam 4.00 – 4.30 WIB, tapi aku selalu bangun Jam 5.00 WIB. I am so sorry since this time is my real sleep and think nothing. Aku benar-benar merasakan kesegaran yang sudah lama hilang dalam hidupku dan sekarang ia kembali. It’s my real happiness. Disini aku juga berada di sekeliling orang-orang yang penuh metta, penuh canda dan tawa, positive vibes yang benar-benar berasa. Kita bahkan bisa tertawa lepas sampai lupa akan retreat sebenarnya. Noble silence kadang kala benar-benar lenyap terlupakan. Tapi tujuan utama Meditasi, Chanting dan Dhamma Talk selalu tidak terlewat kecuali di pagi buta. 


Aku sungguh banyak belajar di tempat ini; Letting Go, Be kind, Be compassion, Be Mindful!. Sesuatu yang mudah untuk terucap tetapi susah dalam pelaksanaannya. Mengatasi kemarahan, kemelekatan??? Argghhh… I am not really sure but will try. 


Aku tidak pernah ngebayangin ada tempat yang se-nyaman ini, It’s a real wonderful! Even dalam forest sekalipun, meditate atau berjalan sendiri gak memberikan rasa takut. Benar-benar lepas. Everything you get from here is priceless. Terus ada danau yang indah, tempat yang aku rasa mampu memberikan kenyamanan, ketenangan dan mampu mengembalikan spirit-spirit yang sempat terkubur oleh rasa lelah. Ada Bodhinyana Monastery yang memberikan aura spiritual yang luar biasa. Disini aku belajar tentang usaha melepas ego, tingkat ke-aku-an yang tinggi yang ada dalam pribadiku sendiri. Belajar dari beberapa cerita Ajahn yang mengena langsung dalam kehidupanku sehari-hari. Beberapa cerita Ajahn yang masih terngiang adalah tentang Anger Eating Demon (Monster pemakan amarah) yang merupakan satu seni dalam mengembangkan cinta kasih. Bagaimana mencintai orang lain yang harus dimulai dari mencintai diri kita sendiri. Ya, a lil bit simple but hard to do! Perlu adanya peacometer disini. Kemudian aku belajar bagaimana menghargai dan bersahabat dengan diriku saat ini, yang lebih tepatnya “how to dwell with your present moment”; Hanya cukup dengan 3 pertanyaan simple; “When is the most important time?”, “Who is the most important person?”, “What is the most important thing to do?”. Apa yang aku dapati adalah segala hal yang bermain dengan pola pikiran yang berujung memberikan rasa tenang dan kebahagiaan.
Meditasi juga tidak hanya sekedar duduk, kaki bersila dan memejamkan mata. Meditate is more than that, banyak cara dan yang terpenting adalah menyadarinya, sadari apa yang sedang dilakukan, sadari apa yang sedang terjadi. Be mindful!


Yang bakal buat aku kangen akan tempat ini??? Hmm… may be one of the thing adalah makanannya juga kali ya. Secara dessertnya yang crunchy, yummy and smelling good. We have real breakfast and lunch time. Even setiap pagi itu bubur selama 9 (Sembilan) hari, I never get bored. Can you imagine??? Bahkan, saat ini masih kepikir wanginya tuch bubur. Kalau suruh milih diantara sandwich dan bubur, I will choose that porridge. Chef-nya amazing! Lidah kami masih keburu dimanjakan dengan pizza menjelang di hari terakhir retreat, terima kasih MoM Haris. Itu gak akan terlupa.


9 (Sembilan) hari masa retreat terasa sangat singkat. Terlalu banyak pengalaman yang gak bisa terungkap dan hanya bisa dirasakan. I really got everything, jauh dari yang aku pikirkan. Aku punya teman-teman baru, punya om-tante yang super care dan inilah kesempatan luar biasa yang aku terima tahun ini, Terima kasih Om dan Tante Hun, Terima kasih Om Lasmono dan Tante Mega, Terima kasih teman-teman semua. Semoga karma baik mengkondisikanku untuk mengunjungi tempat ini lagi, ulang dan berulang kali, the most quiet place that send me peace and freedom, joy of happiness seperti kata Ajahn. Really amazing! Hari ini… 2 Juli 2017, Jakarta menyambut kembali kami dengan hingar bingarnya. I will reach you with my hand. 


-“Welcome to the world! This is not heaven!”-




Tuesday, 14 June 2016

Golden Ticket of My Life (21 October 2015)

Thank you for today. I am still alive. I still can feel how to breathe well; breathing-in, breathing-out. Who can guess what the gift I have received today? It’s priceless! Yap… It’s Golden Ticket of Life, My Crystal Life!

Time passed too fast. My parents said their little girl has grown up and I smile. I thank for everything in my life. I have them; warm family, cheerful friends and people who are willing to support me all the time. I feel blessed. I still have chance to create any moment with the fondest memory.

This month, I have gone thru a lot of learning. I learn the severity of life. I learn on how to survive… Because we know life is never flat. From the orphanage children, PA. Bhakti Luhur; I have learnt a lot. They look like angel. I saw their innocent face that holds happiness. Amaze me! Although they live among their own shortcomings; but they never complain. Can we act like them? It shame! When we all are fulfilled with completeness, but what we feel? Unsatisfied! Umm…

I am so happy to play with them. We all feel free; to shout, to laugh, to dance, to clap hands and sing. I am able to transform their happiness into warmth of family. They can feel what we called as togetherness. They are children who yearn for love and care. They are not poor children; they are rich with dreams. You may never imagine how lofty they are. 

Hope tomorrow I still have a chance to share with these little kiddos. Not only that, I have done retreat for this month. It’s going to be my first experience. And really, I feel relax. I enjoy every second of me time and promise to join another retreat next time. I try to overwhelm my spiritual life. I aware and realized that my life is getting away from self improvement. I am careless. This retreat teaches me more about mindfulness. I realize my life has been far from the truth, always preoccupied by uncertain things and it seems has been filled with fear and anger. I am not expecting more. I only need to know that I live for this moment.

Today, I awakened with the number of 29. I am nothing without You, the best of mine. Hope everything gonna be alright. Be happy and keep spirit! New path is coming. Hope all my dreams are going to be true. No one will know what will happen tomorrow but I know I have to be better than yesterday.

*** Sadhu… Sadhu… Sadhu… ***

Thursday, 9 June 2016

Beautiful Memoirs of Childhood (16 February 2016)

First time we got into school, we countered with cry;
We shout with "No" till our parents tried to deceive us by all means; 
We learned on how to write and read an ABC;
We sang song "balon-ku ada 5"and "cicak-cicak di dinding";
We played "Tazos, Balon Tiup, BP and Yoyo";
That's gonna be our best moment we have ever had...
As the time goes by; we are growing up, covering with love and care;
We now are getting older even some of us are getting bigger by letting his or her-self be a part of others;
No matter what; how we have ever argued, fight, hostile or warring but believe that gonna be things which make us closer;
We will never know how tomorrow treat us but the thing we may understand is our friendship will cheers up our old day and at that time, we'll call "Beautiful memories on His grace"



*****

Friday, 19 February 2016

My Biggest Pray (For My Parents' Birthday - February 2016)


生日快樂,我親愛的父母 !
Sen rek khuai lek, wo qin ai de fu mu!
Selamat ulang tahun orang tuaku tercinta!

感謝您對我們的抚养 ;
Gan xie nin dui wo men de fu yang;
Terima kasih telah membesarkan kami;

讓我們全心全意 ;
Rang wo men guan xin guan yi;
Menjaga kami sepenuh hati;

讓我們学会独立面对事物 ;
Rang wo men xue hui du li mian dui shi wu
Membiarkan kami untuk mandiri

也教会了我們忍耐的意義 ;
Ye Jiao hui le wo men ren nai de yi yi;
Mengajari kami arti dari sebuah kesabaran;

虽然人生不一定会完美 ;
Sui ran ren sheng bu yi ding hui wan mei;
Walau kehidupan tidak selalu sempurna;

但我們會认真好好的生活 ;
Dan wo men hui ren zhen hao hao de sheng huo;
Tapi kami akan hidup lebih baik;

我們已經長大了;
Wo men yi jing zhang da le;
Kami sudah beranjak dewasa;

我們已经不是一個小娃娃; 還不是小侏儒 ;
Wo men yi jing bu shi yi ge xiao wa wa; hai bu shi xiao zhu ru;
Kami bukanlah lagi boneka kecil ataupun kurcaci-kurcaci kecil;

我們將成為你永远的朋友 ;
Wo men jiang cheng wei ni yong yuan de peng you;
Kami akan menjadi sahabatmu selamanya;

今年… 我們并没准备偉大的禮物 ;
Jin nian... Wo men bing mei zhun bei wei da de li wu;
Hari ini... Kami tidak mempersiapkan hadiah besar untukmu;

但我们准备了溫暖的家庭 ;
Dan wo men zhun bei le wen nuan de jia ting;
Tapi kami sudah mempersiapkan sebuah kehangatan keluarga;

團結… 和祈福 ;
Tuan jie he qi fu;
Kebersamaan dan doa;

祝你們天天開心, 年年好运, 身体健康, 一生幸福 !
Zhu ni men tian tian kai xin, nian nian hao yun, shen ti jian kang, yi sheng xing fu!
Semoga papa mama bergembira setiap harinya, sukses setiap tahunnnya, sehat selalu dan berbahagia seumur hidup!

我們永遠都是一個幸福美满的家庭 J
Wo men yong yuan dou shi yi ge xing fu mei man de jia ting J
Selamanya kita adalah sebuah keluarga yang bahagia J

J 感恩 J

Friday, 15 January 2016

Japan Travelogue (12-19 December 2015) - Part 1

Wuah… sudah beberapa bulan rasanya tidak menggoreskan rangkaian abjad di blog yang satu ini (sedikit lebay ya kata-katanya). Kali ini ogud pengen nulis dengan gaya bebas… I’m free! Yeayyyyy!!!! Tada… mumpung lagi rajin-rajinnya, pengen nyeritain experience waktu holiday ke Jepang… J Nice moment will never come twice! Itu sich menurut ogud ya… selebihnya back to personal J hihihi… J
Jepang tuch salah satu Negara yang patut dikunjungi, tempatnya bersih, nyaman, aman, tenang dan penuh dengan kehangatan… (secara udah dihangatin sama room heater nya; kalau kagak sich ogud sama teman-teman udah tergelepak – gelepak kali sama dinginnya udara sana) J Anyway; ini first experience ogud holiday sama kelompok yang lumayan rame… kesebelasan bok.. :P 
Well, supaya kagak bosan ogud split ceritanya jadi beberapa part ya. Sebenarnya ogud juga bingung sich ceritanya mesti dari mana. Hmmm… Apa aja yang penting happy! let’s go fellas!


First day : Medan – Kuala Lumpur – Osaka

Airport untuk orang-orang Medan yang satu ini emank sedikit ngerepotin rasanya, jauh dan melelahkan; buat kita-kita mesti bangun pagi. Hoammm…… Tapi gak tau kenapa; mungkin karena bawaannya sudah holiday; ya… semuanya happy-happy J
            Karena team keberangkatan ini adalah kesebelasan then tambah lagi koper yang seabrek-abrek karena muatan banyak; jadinya kita mesti pake 3 (tiga) mobil dech buat meluncur dari rumah ke airport…
Jam 4.30 pagi; mobil mulai menjemput setiap peserta (kayak mau diapain gitu ya… emank training kali ye J ) Secara sebenarnya kita ini dua kelompok dan mostly gak saling kenal, awalnya yach masih kalem :P Tapi have fun aja… disini tempat kita buat saling kenal. Ini yang namanya 2 in 1; dapat teman, dapat pengalaman.
Ogud lupa dua mobil yang lainnya gimana tapi masing-masing udah punya pembagiannya, elo-elo siapa aja dan kita-kita siapa aja. Pagi-pagi buta ogud uda mabok dibuatin sama mobil jemputan yang sebenarnya bukan buat ngejemput ogud.
Ceritanya neh mobil yang barengan sama ogud bakal ada 4 orang penumpang; Lena, Linda, S_cen sama ogud sendiri. Nah, si Lena ini sendiri mukanya kayak gimana juga kagak tau, kagak pernah jumpa. Ngeraba dech… :D Karena kebingungan mencari rumah ogud; si Lena sama si Driver nelpon mulu jadinya ogud bermaksud jalan ke depan kompleks dech supaya pada gak nyasar. Maksudnya baik ya, tapi… Shame me! Ha ha ha
Belum sampe depan pagar kompleks ada engko-engko yang masuk ke dalam nemuin ogud. Engko ini ceritanya baik banget, ditarikin koper ogud sampe depan terus dimasukin ke dalam mobilnya. Sambilan cerita, ogud nanya ke si engko ini “ko, nyasarnya uda jauh ya?”; eh malah dijawab "iya tadi…." Mungkin karena otak lagi ngehang, ogud juga cuma bales dengan senyum.
Waktu pintu mobil terbuka, ogud celingak celinguk kedalam mobil… “la…. Teman ogud mana ya yang namanya Lena?” pikir ogud dalam hati. Buka pintu depan mobil juga kagak keliatan siapa-siapa. Hayoooooo mulai sadar sepertinya si engko ini salah orang.
Then ogud nanya si engko; “ko, teman saya mana ya??”
            “Kan katanya ngumpul disini semua…” Jawab si engko dengan santainya.
            “Koko sebenarnya mau jemput siapa ya?” tanya ogud lagi.
            “Jemput kamu” pintanya.
Ogud semakin bingung dan bingung… Tiba-tiba… dari dalam kompleks muncul segerombolan orang… keluarga sich tepatnya. Keluarga ini nyamperin si engkonya. Usut diusut ternyata benaran salah. Si engko mestinya jemput keluarga itu bukan ogud… Sedikit malu juga sich… tapi ya sudah la, sudah terjadi… :P dan koper ogud juga diturunin dari mobilnya.
Sekejap mobil yang ogud nungguin nyampe juga dan Cussss…… mobil langsung meluncur ke bandara. Eo… ketemu lagi sama si mobil yang salah tadi… sama-sama tujuan airport… Kacau dunia… :D
Di Airport, 2 (dua) mobil lainnya ternyata sudah nyampe duluan… hahaha gak apa dech ya nunggu dulu sebentar untuk kebersamaan :D
Next… mulai dech giliran S_cen, Ayen, Meil, Miss Hong buat sibuk-sibuk check in… Heboh juga… sempat bongkar-bongkar kopernya alias kelebihan. Karna punya nomer bookingan yang berbeda jadinya muatan juga mesti diatur J
Check in finished! Next; perut neh udah mulai keroncongan… jadi sempat-sempatin dech buat nyarep sebentar di café airportnya. Pesan toastnya sama beberapa ada yang mesen teh nya… sharing sich; lumayan lah buat ngeganjel supaya neh cacing-cacing di dalam bersahabat selama perjalanan.
Detail pesawat kita sich bakal seperti ini (with hopes no delayed, no cancel and good weather will belong to us) :
08.05 A.M. – 10.05 A.M. Flight from KNO – KUL (Kuala Lumpur International Airport 2) / AK 397
03.00 P.M. – 10.25 P.M. Flight from KUL – KIX (Kansai International Airport) / D7 534
Totally First day dari travelogue ini banyakin habis di airport-pesawat-airport-pesawat; secara kita mesti transit di Kuala Lumpur yang airportnya juga tergolong gede. Bisa buat betis berurat-urat juga ceritanya. Ha ha ha


Dipesawat banyakin tidur soalnya bête juga ya di dalam tuch 6 jam-an. Teman-teman ogud pada uda telen tuch pil yang namanya antimo. Katanya sich bisa buat tidur terlelap. Kagak tau dech bener atau kagaknya, untuk beberapa temen ogud sich gak ngefek. Enjoy the flight dengan suara anak-anak; kanan kiri depan belakang… It’s my world! Sempat bangun juga sich buat ngisi disembarkation card yang dikasih sama si pramugari Air Asia J

Melelahkan? Pastinya. Tapi apapun itu yang namanya jalan kagak peduli dech… Tancap gas aja :D
日本へようこそ J Nyampe-nyampe jepang eh udah malem… Jam 10.30 bok… padahal kalau di Indo kali aja ogud masih sibuk nyari makan buat trip kesekian kali. For your information, beda waktunya 2 (dua) jam-an. Gak gitu berasa sich sebenarnya tapi karna dinginnya menggelegar jadinya agak letoy juga… J
Pesawat landing kita mesti ngelewati jalur train dulu buat  nyampe di embarkation nya… lumayan lama buat ngecop passport soalnya ngantrinya panjang. Melatih kesabaran disini… hwahwahwa
Selesai ngecop kita ngantri buat lagi buat take-out baggage. Berpacu dengan waktu, kelarnya juga hampir hampir jam 11 malam… Gubrak! Luar Biasa! Nyenter-nyenter ke kertas itin kita ternyata masih ada bus yang bakal terkejar. Lari…! Sebelumnya sempatin buat nanya ke reception yang ada di airport; but… almost all people can’t speak English! So bad! Hello, International Language, please! J
Jujur ya… perjalanan kali ini mirip seperti mau nyusun thesis dech… Mau sidang kali ye… Ha ha ha :D Itinerary ogud sendiri aja sampe 29 (dua puluh sembilan) halaman. Gila double bahkan triple kuadrat alias kagak ngerti lagi dech… Frustasi!
Kita tinggalnya di Yoyo Big Accomodation sekitar 3 menit dari Namba sta. That’s why yang kita lakuin sekarang nyari train buat kesananya. Sempat bingung dan pusing 7 (tujuh) keliling ditambah harus ngeliat rute-rute dengan bahasa yang membingungkan. But We found it! Berhasil… berhasil… Kata si bolang :D
Hmm… after that, kita nyari si Yoyo Big Accomodation ini. Hi Yoyo… where are you? Nanya-nanya dan pas di depan station ada yang bersedia nunjukin ke kita arahnya pake GPS hp nya; walaupun ngomongnya mirip ayam dan bebek… Ha ha ha Turn left, Turn right, cross the road, bla bla bla and so on.
Di tengah jalan, nyari orang lagi dan ketemu 2 cowok sama 1 cewek cakep naik sepeda. Nah… finally sich orang-orang ini lah yang nunjukin ke kita arah menuju apartment yang kita maksud. Yoyo oh yoyo… J Anyway, thanks for the help Mr. Yoshida & Friends. Orang-orang Jepang emank welcome banget dech.
Ternyata mau masuk apartment juga gak semudah yang dibayangkan… mesti nyari kunci apartment yang tersembunyi dari hint hint yang sudah diberi sama si pemilik melalui email sebelumnya; terus mencari diantara kegelapan dan creng creng…. Key nya ketemu :D




Sungguh beruntung… apartmentnya tidak mengecewakan. Nice and comfort to stay! Malam ini ogud dan teman-teman mau ngumpulin energi dulu buat besok ya… Semangat!!! Hakuna Matata….!!!おやすみ J Saatnya bobok…. :D
Ini ogud sharing sebagian kondisi apartmentnya, highly recommended! J







Ow ya, ini itinerary hari pertama kita… kurang lebih harap maklum :D He he he J

Saturday, 12 December 2015

08.05 A.M. – 10.05 A.M. Flight from KNO – KUL (Kuala Lumpur International Airport 2) / AK 397
03.00 P.M. – 10.25 P.M. Flight from KUL – KIX (Kansai International Airport) / D7 534
Staying at Yoyo Big Accomodation 3 min from Namba sta, Room 202
Ways :
a.       Train à KIX – Namba (Nankai) : Nankai Airport Exp. For Namba ; Time : 22.53 – 23.40; 23.12 – 23.55; 23.29 – 00.13; 23.40 – 00.40 ; Ticket Fare : 920 Yen.
b.      Bus à Ticket Fare : 1.550 Yen
1.      Terminal 1 Building 1F (International Arrivals, Taxi Stands, Limousine Bus Stops). Destination : Central Osaka City (Bus Stop No. 2) then stop at Nankai Namba Sta (Night Bus). Time table : 00.30 – 01.24; 01.30 – 02.24.
2.      Terminal 2 Building 1F (International and Domestic Departure/Arrival Floor). Destination : Central Osaka City (Bus Stop No. 2) then stop at Nankai Namba Sta (Night Bus). Time table : 00.15 – 01.24; 01.15 – 02.24.
c.       Taxi à Fare around 11.000 Yen to 13.000 Yen from KIX to Namba Station (Not Suggested)

Note :

From KIX
To catch bus from the Terminal 1 Bldg., 
Go to the bus stop outside the 1st floor of the Terminal 1 Bldg.
All buses towards the destination has been starting from here.
Tickets can be purchased from the ticket vending machines located outside the 1st floor of the building.

To catch bus from the Terminal 2 Bldg., 
Go to the bus stop outside the 1st floor of the Terminal 2 Bldg.
Tickets can be purchased from the ticket vending machines located outside the 1st floor of the Terminal 2 building.
Passengers who arriving at Terminal 2, some destination can be boarded at the Terminal 2.
All other destination boarded at the Terminal 1, 1F.
From Terminal 2 to Terminal 1, please use free shuttle bus (The free shuttle bus departs from outside of Terminal 2 to 1F of Aeroplaza Terminal 1).
For more information, visit our information or ask bus staff.

*** Touch the world thru the path of travel ***

To be continued (With no limit time :D) ^.^