Showing posts with label WHV. Show all posts
Showing posts with label WHV. Show all posts

Sunday, 17 September 2017

Setapak Perjalanan (Sydney, Au - 2016/2017) - 16 September 2017

S.Y.D.N.E.Y!!! Aku kangen banget sama negaranya, suasananya, cuacanya, pantai dan segalanya. Gak terasa kalau hari ini visa aku expired. Yeap, hari ini! Saat ini! What I have dreamed before been happened in my life, sekalipun itu cuma hitungan bulan. Unbelievable! Waktu cepat banget berlalu dan terlalu banyak pengalaman yang bakal jadi sesuatu yang tidak terlupakan seumur hidupku. Mungkin akan menjadi cerita buat hari tua-ku nanti. Ya, semoga sajalah aku masih dikasih umur panjang, kesempatan untuk menikmati roda dunia yang berjalan laksana roller coaster. 

Flashback story - 16 September 2016, tepat setahun lalu. Drama perpisahan itu membuat perjalananku terasa berat. Pertama kali dalam hidupku hingga hari ini aku membuat mereka menangis. How bad I am! But whatever it is, hidup adalah pilihan dan aku sudah memilih. Jalani dan tidak untuk diratapi. Pukul 11.40 PM waktu Kuala Lumpur; dengan penerbangan Air Asia D7 222 petualanganku dimulai. Boarding time 22.40 PM dan aku memilih untuk berada di waiting room lebih awal. Hatiku terenyuh membayangkan tangisan itu dan dadaku sesak! It really happened! Aku beruntung punya teman kecil yang menguatkanku, Dia bersama keluarga kecilnya lah yang menemaniku beberapa sebelum keberangkatanku hari itu. Thank you! I am so thrilled to have you all in my life. 

Sepanjang perjalananku diudara, tidak sanggup mata ini untuk terpejam biarpun sesaat. Aku selalu merasa pilihanku terlalu menyakitkan mereka. Tapi, inilah impian! Perjuangan untuk mendapat WHV juga tidak mudah, terlalu banyak kegalauan dalam masa-masa itu. Lelah!!! Sempat terlintas dalam pikiranku, sepertinya aku akan jetlag seminggu. 

17 September 2016 - I am touch-down Kingsford, bandara kebanggaan Sydney! Sebenarnya ini bukan pertama kali bagiku di tempat ini. 2 (Dua) tahun lalu tepatnya October 2014, aku sempat mampir berwisata di Negara ini bersama si Partner in crime of travellingku yang setia bingit. Yeap... Jangan pernah membandingkan dua perjalanan ini, karena itu akan berbeda, BANGET! Kali ini perjalanan yang  bisa aku bilang sebagai kegilaan, NEKAD! Bagaimana tidak? See! Aku harus melepas kerjaanku yang sudah memberi kenyamanan, fasilitas pekerjaan, salary yang membuatku bisa jalan-jalan hampir setiap tahunnya untuk sesuatu yang tidak pasti. Ke Negeri Kangguru yang belum jelas akan bagaimana aku menjalaninya. Sydney tidak lagi sekedar tempat berlibur tetapi aku harus nyari way out apapun itu buat bisa survive. Tapi... memang benar kata orang, walaupun segala sesuatunya masih terasa mengambang; at least kamu mesti punya prinsip dan plan. Bagi aku... tidak membohongi diri. Duit itu penting buat survive tetapi bukan segalanya. Karena sekarang aku sedang hold on Work and Holiday Visa; it means aku mesti bisa bagi waktuku. Everytime I get to work, I also should have time to relax. Disamping itu, dari segala tujuan lainnya; aku ingin mengembangkan ilmu perpajakan yang aku miliki sekarang. Namun untuk hal ini sirna karena selama keberadaanku disana dan penantian itu, kelas tidak kunjung diadakan. Ya sudahlah... Jalani saja yang ada. 

Well! Rezeki anak soleh itu gak bakal kemana. Pertama kali datang dan nyampe di Negara kangguru ini, aku dapat berkah tumpangan kurang lebih sebulan di rumah saudara (at least dari ini aku bisa ada savingan buat rent). Gila banget bok... biaya hidup disini benar-benar tergolong gede, nguras kantong. Untuk income dari Indo buat jadiin expense di tempat ini bakal berasa. Dua bulan pertama hampir dibilang gak punya saving, bahkan kepake modal aku. Ya mau gimana lagi, secara duit buat opal dan phone card itu tetap perlu. Beberapa minggu di tempat saudara itu juga setidaknya meringankan rasa rindu akan keluarga. Suara cerianya keponakan memberiku semangat. I am  really blessed! Hari-hari pertama aku mulai cari kartu opal buat train dan kartu telepon, Vodafone. Ya itung-itung yang bisa irit. Apa sajalah. Mulai ngeprint CV-CV, mulai drop resume dari gumtree dan seek. Cari kerja di Ausie itu gak seribet di Indo. Cuma sms doank kadang langsung dipanggil dan CV nya itu gk perlu sampai berlembar-lembar. Bahkan kamu bisa print timbal baliknya, benar-benar Go Green! 



Jreng-jreng... 3 (Tiga) hari kemudian, berkah itu datang. Banyak info mengenai lowongan kerja. Aku coba yang ditawarkan Yuki, teman seperjuangan WHV buat jadi housekeeper. Monday, 19 September 2016, pertama kalinya aku ke city dari KellyVille. Hmmm... lumayan berasa juga jauhnya. Pagi-pagi aku berangkat setelah dapat petunjuk dari cici di hari sebelumnya, nunggu bus di depan rumah. Ngendap-ngendap berusaha untuk tidak bersuara karena semua lagi pada tiduran, aku keluar rumah. Udara dinginnya luar biasa nusuk. 



Perjalanan kurang lebih satu setengah jam akhirnya sampai juga. Aku masih harus berjalan mencari yang tempat itu, Meriton Service Apartment! Yeap... segelas hot chocolate seharga $3 aku beli dari dalam Queen Victoria Building. Jaket yang aku kenakan ini belum cukup tebal untuk menahan dinginnya udara. Tapi, aku juga orang yang tergolong malas untuk membawa hal-hal yang terasa berat bagiku. Berjalan di sepanjang Kent st, George st, Pitt st dan akhirnya aku melihat plank bertuliskan Meriton Service Apartment. Aku menyapa yuki dan teman-teman yang sudah sampai mendahuluiku, aku berkenalan dengan beberapa diantara mereka yang tidak lain juga adalah para whv yang sedang berburu dolar. Hmmm... such a new thing for me! 


Sembari menunggu, bercengkrama, tertawa, sesaat kami dipanggil ke sebuah ruangan. Disana kami di-briefing bagaimana kerjaan seorang housekeeper itu semestinya. Hmmm... dan ternyata hari pertama belum memihak padaku. Aku dan salah seorang peserta lainnya disuruh pulang. What the hell! Hanya gegara sepatu hitamku bergaris merah. Kejam ya! Tapi ya itulah yang mesti aku terima. Namun Supervisornya masih mengingatkan untuk kembali besok pagi. Ok... akupun berjalan keluar. 


What I have to do now? Masa sich aku harus balik ke KellyVille??? Aku coba memasukkan cv-ku; door to door. Yes! Aku jalani hal itu. Disini aku belajar, jangan pernah malu atau kamu akan gagal. "Hi... May I drop my CV here?" Pertanyaan itu yang berulang aku ucapkan. "Yes, sure! Just give it to me and will call you later" Pinta mereka. Tak jarang mereka meminta available time dari kita. Ya, mungkin sekedar berbasa-basi karena tidak ada panggilan setelahnya. Gagal, coba lagi dan lagi. Keberuntungan akan datang pada mereka yang selalu berusaha. Bahkan dihari itu, aku masih ingat saat mengunjungi Bondi Beach. Aku sempat singgah di sebuah restoran kecil untuk menikmati makan siangku. It's a lunch time! Dan lagi-lagi, aku melemparkan keberanian untuk bertanya, "do you need some staff here?". "Oh, we are not right now", dan mereka membalasku dengan ramah. Down? Not really, aku sedang mencoba yang terbaik dan yang belum pernah aku lakukan di Indonesia. 
 
Belum mulai bekerja, belum dapat yang namanya salary pertama di Australia, aku sudah harus mengocek kantongku; $6 untuk harga sepasang sepatu yang akan menemaniku esok hari supaya kagak disuruh balik lagi. It seems a simple thing tapi aturan tetap aturan, aku tetap harus menaatinya. 
 
20 September 2016 - I get back to this place again. Kaki ini melangkah menuju ruangan dibawah gedung Meriton Service Apartment. Disana kami dibekali beberapa petunjuk tentang housekeeping, mulai dari cairan kimia yang digunakan apakah itu bowl cleaner, toilet cleaner, glass cleaner hingga apa yg semestinya dilakukan agar sebuah ruangan itu terlihat apik. Tantangan terberat bagiku selama aku menjalani pekerjaan ini adalah BED arrangement! Super capek dan gak pernah rapi! Aku masih jauh dan harus belajar dari inang Eva. 2 (Dua) minggu pekerjaan ini aku jalani hingga pada akhirnya aku harus give up! Encok! Tidak seperti yang aku bayangkan. Coba lihat mereka yang kerjaannya di hotel, semuanya terasa menyenangkan bukan? Dibalik kesenangan itu, butuh fisik yang kuat. Saat-saat bahagianya hanya datang ketika kita bisa menyelesaikan room itu dengan baik, atau ada pesan yang menyemangati kita dari guest yang tertinggal di meja kamarnya. Dari kerjaan ini, aku banyak belajar - Jangan pernah meninggalkan ruang hotel dengan keadaan yang berantakan apalagi dengan toilet yang menjijikan, apapun itu ceritanya. Kamu tidak akan pernah tahu penatnya dan susahnya orang yang membersihkan karena setiap housekeeper itu punya tanggung jawab ngebersihin ruangan dan dibayarnya itu sesuai dengan waktu yg sudah ditargetin. Jadi kalo misalnya 1 ruangan mesti diselesaiin 45 menit dan baru kelar setelah 1 jam, dibayarnya tetap 45 menit - Terus kalau misalnya dirimu sudah akan check out, gak ada salahnya untung ninggalin short message buat nyemangatin mereka yang ngebersihin ruangan itu, walaupun cuma tanda smile (gak susah kan?). 

After 2 (two) weeks, aku beneran stop. I have to say No, aku gak kuat. Bahkan aku sempat kepikiran kalau kegilaan ini buat aku bego. Saat di Indo punya kerjaan kantor yang gak butuh fisik, aku lepasin. Hmmm... tapi itu gk lama karena sekalipun itu berat, aku malahan enjoy. Gak perlu ada yang disesali. Ternyata benar ya kalau hari pertama kerja di hari Selasa, Kamis itu gak bakalan lama. Lagi-lagi... mitos itu terjadi. Oh ya, aku masih ingat hari pertama aku  kerja housekeeping; aku harus ngejar bus karena terakhir itu adalah 7 PM. Dan lagi-lagi... aku tersesat, aku nyasar bok... Kali ini gak nanggung-nanggung. Aku terjebak di jalanan yang sudah lumayan jauh banget. Saat bertanya ke driver bus, si driver malah bilang kalau itu udah arahnya dia balik lagi ke city. Gila! Aku harus gimana? Kalaupun aku ikut ke city, gimana aku baliknya lagi karena bus itu adalah bus terakhir. And Finally... si driver menurunkan aku di bus stop berikutnya. Dan coba tebak apa yang terjadi??? Aku diturunin di tempat yang sepi, 15 menit sekali belum tentu ada mobil yang lewat, dingin dan hanya ada suara anjing. Sebelumnya ada satu orang juga yang turun dipemberhentian yang sama, orang ini sempat nanya ke aku, apakah aku berani. And..., aku jawab YES! Padahal jujur sich kebalikannya. Kemudian beberapa bus sempat lewat dan aku bingung kenapa itu bus ngeliat aku dan kagak berhenti even aku berdiri disana.  Ternyata, aku mesti give him sign to stop. Aku benar-benar berada di antara rasa dingin, takut, lapar dan haus. Omooo... lebih begonya aku kagak kepikiran buat ngehubungin saudara ku. Sempat aku bell ciciku tetapi nada dering itu sibuk. Ya, mungkin saja. Karena hari itu sebenarnya princess ciliknya berulang tahun. Aku coba berbagai cara hingga akhirnya satu bus berhenti di depanku, bus tanpa penumpang satupun. Aku bertanya apakah dia akan berhenti disekitaran di bus stop tempat aku naik tadi pagi. Driver hanya menjawabku dengan kata "Tidak". Tapi kemudian dia menyambung pembicaraannya, "aku dapat mengantarmu ke bus stop lainnya yang mungkin lebih banyak disinggahi bus yang akan mengantarmu ke tempat terdekat tujuanmu". Thanks God! "Baik bener driver ini", pikirku. Setelah itu, berpedoman sama yang namanya Google maps, I try to walk. Berjalan dan lumayan jauh sampe akhirnya aku nyampe di depan rumah. Complete perjuanganku hari ini! Aku gak megang kunci, saudara-saudaraku sedang di restoran dan aku duduk di depan rumah. Brrrr... dingin! Anak soleh! Teleponku berdering dan cici memintaku untuk menunggu karena aku akan dijemput ke restoran. How lucky I am to have you! 感恩!


Seminggu setelah KellyVille, aku pindah ke tempat saudaraku yang lain di daerah Revesby sebelum harus nge-rent sendiri di city. Nothing can represent how thankful I am. Dan setelah aku berhenti dari pekerjaan housekeeping itu, aku coba untuk mencari kerjaan lain. Jujur... cape banget! Kebanyakan trial and all are done without paid! Ya kerja sukarela jadi ceritanya. Disini aku belajar kalau life is not really all about money but without money we can't live. Aku dapat experience yang lumayan la; dari yang tadinya gak tau cara kerja subway, sekarang bisa. Dari yang tadinya gak bisa serve customer, set up table, Now... at least I know a lil bit tanpa harus kursus-kursusan lagi. Aku juga sempat trial buat juice dengan berbagai buah dan sayur yang dicampur, dengan rasa-rasa yang unik dan nama-nama yang buat nge-boost hari-harimu. Kerja kasar tanpa malu yang penting halal dan ada duit di saku. 

Then aku sempat kerja di Sushi Jones, sushi cafe di daerah Alexandria untuk Rabu dan Kamis. Awalnya sich aku enjoy apalagi setelah pindahan ke daerah perkantoran di North Sydney dengan tambahan jam kerja yang lumayan. But after couple weeks, I don't know why, jam kerja perlahan dicut dengan alasan yang menurutku gak masuk diakal. Tapi baiklah... aku juga gak pengen ambil pusing. Karena menurutku rezeki gk bakal kemana. Disini benar-benar aku belajar; tidak semua orang Jepang itu ramah. Bahkan ada yang sempat katain kita "Baka". Do you remember Erna??? It such un-polite thing to say. Sepertinya cukup kita yang tahu ya. 

Disaat yang bersamaan, aku uda sempat cabut dari Fish Market. Tapi sebenarnya alasan cabut dari sini bukan karena kerjaan berat atau rekan kerja. Bahkan disini hampir semuanya baik, hanya beberapa yang terkesan bossy. But everything is okay. Aku cabut cuma karna gak tega... Geblek banget, gak perlu dilanjutin dech. Then disaat yang bersamaan juga, aku sempat ditolak sebuah restoran dengan alasan yang sebenarnya gak masuk akal. Di hari H cuma dibilangin o... ternyata orang lamanya mau kerja balik. What kind of boss it is??? Tapi orang itu tipenya beda-beda. Ya sudahlah, belum rezeki kali ya... 

Beberapa minggu aku sempat galau. Penghasilan sempat terhenti. Di saat itu aku sudah harus nge-bayar rent. Sebenarnya duit ini masih cukup, tapi jujur aku sempat frustasi. Kalo keadaan begini, sanggup gak ya??? Aku hanya bisa nangis. Darling Harbour tau ceritaku karena ini tempat amanku duduk di malam hari dan gak ada yang tau bahkan mengenalku kalau aku lagi nangis. 

Aku juga sempat kerja di Pepper Lunch. Disini aku ketemu orang-orang yang baik, yang memberiku kesempatan melayani customer. Walaupun itu tidak lama karena jam kerja yang tidak tepat, it's my pleasure to know them over-there. Mereka orangnya baik-baik. Hal yang paling berkesan sekarang setiap aku mengunjungi Pepper Lunch Indonesia adalah mengingatkanku bagaimana dulunya aku lakukan hal itu. 

Masa ini benar-benar menjadi masa up and down-ku yang tak terlupakan. Aku sungguh merasakan berartinya duit recehan itu. Menghargai setiap jerih payah yang telah dilakukan dan memberi reward untuk diriku sendiri. Kebahagiaan terbesar itu juga datang dari teman-teman yang saling support, sama-sama merasakan bagaimana kehidupan yang jauh dari keluarga inti. You all are my power rangers! Menepuk bahumu untuk sekedar memberi semangat itu. 

Up and down itu berlalu ketika aku mendapat kerjaan baru dan kali ini benar-benar aku merasakan kerja fisik seharian. Setiap jam itu sangatlah berharga dan aku gunakan untuk bekerja. Hitung-hitung gantiin jam kerjaku yang sebelumnya sudah hilang, lenyap tanpa hasil apa-apa. Siang hari aku kerja dibilangan George st., di sebuah restoran fast food yang menyajikan masakan khas Malaysia, Jimmy's recipe. Tidak jauh berbeda dengan masakan Indonesia sehingga tidak jarang restoran itu senantiasa ramai dikunjungi. Disini aku bisa mengenal mereka yang ramah dan kadang terkesan sedikit usil. But overall, I am still enjoy. 

Kadang dengan jarak yang begitu singkat, hanya dalam hitungan 1 jam; aku harus segera bergegas. Karena aku harus segera berpindah tempat untuk melakukan kerjaanku berikutnya di tempat lain. Aku mengambil shift malam di sini, Kobe Wagyu BBQ Japanese Restaurant. Hmmm... banyak suka duka yang aku dapati disini. Teman-temannya seru juga dan mungkin karena itu sepelantaranku usianya atau bisa jadi aku paling tua. Aku benar-benar mendapatkan jam panjang disini. Bahkan dua pekerjaan (pagi dan malam) ini merupakan tempatku terakhir sebelum akhirnya aku memutuskan untuk kembali ke Indonesia. Di tempat ini, aku senang bisa mengenal Amber, Novita, Merry, Flo, Jessica, Erna, Rita dan teman lainnya. Bahkan Novita-lah tempat buat curhat bareng. 

Novita, masih ingat gak waktu kita ditegur barengan berdua hanya gegara sous yang belum tertata selesai? Kita hanya dilumuti dengan kata "Why??? Why??? Why???" Tanpa kita diberi kesempatan memberi penjelasan. Aku masih ingat keselnya dirimu saat itu. Bahkan seolah-olah ada aksi protes beberapa hari karena kekesalan itu. Lucu memang kalau diingat. Sampai-sampai kita ngadain sesi curhat sampai jam 1 an dini hari di markas McDonalds. Aku senang banget kalau sudah kerja barengan sama kamu... everything's solved! Best partner selama kerja di Kobe and you will never be forgotten. Aku kangen masa-masa itu. Thank you buat persahabatannya karena kita sudah lewati malam tahun baru bareng, sharing bareng, cerita bareng. My best prayer for you ever. 

Merry... aku gak tau kamu masih ingat gak hal itu. Aku cuma ingat kamu selalu bilang, "Tanty, gimana???" Dan berulang kali. Gegara mereka-mereka yang mabok dan mengotori toilet itu dan memaksa kita harus membersihkannya, mengocek berulang-ulang. Capek banget! Aku hanya ngebayangin kalau itu hari pertama kamu begitu, apakah kamu akan menyerah??? Aku berharap tidak. Kamu pasti bisa!!! Tapi jangan waktu ngebersihin toilet aja ya ingatnya ke aku. You are such a nice friend to work with! 


Kembali lagi, pada awal sebelum aku datang ke Negeri Kangguru ini. Aku tidak hanya ingin kerja dan kerja. Aku harus belajar menikmati setiap detik yang aku lalui. Kembali mengingat jenis Visa yang aku miliki, refresh your mind after work. Aku menghabiskan setiap minggu di waktu yang ada untuk meng-explore Sydney. Aku tidak pernah tahu berapa lama aku disini, aku tidak pernah tahu apakah aku akan bisa kembali lagi. 

We are sisters from different Mom. We are siblings from different parents. But we are together karena rasa saling memiliki. Merasakan bagaimana menjalani kehidupan dibelantara negeri yang seluruhnya harus diselimuti oleh keringat ini. Kalian luar biasa lo bisa ngelanjutin second year dan bahkan tetap stay disana sampai sekarang. Two thumbs up. Yuki, inang Eva... kalian yang jahat-jahat ini... Masih ingat gak waktu acara kebersamaan anak bangsa? Kita tertawa terbahak-bahak. Saat ditanya gambar yang ada di duit rupiah kita dan yuki selalu membantu dengan memberi jawaban yang salah? Itu benar-benar iseng. Then next time kalau diriku kesana gak boleh biarin aku ke Taronga zoo sendirian kayak orang bego ya. Gak ada yang fotoin, cuma bisa selfie sendiri dan hasilnya jelek semua. Gegara $1 and made me stupid! But you both are great friends! Thanks for being sisters over-there. Uda mau setahun lo dari semenjak kita ke Canberra bareng and I miss that moment. Masih sempat-sempatnya beli cake kecil buat ultahku dan kita foto bareng di rerumputan hijau, ada oppa yang fotoin!!! Oh yes! Still have Mike! Partner Yuki yang serasa jadi brother buat aku. Thanks ya for being a good friend. Aku tunggu undangan kalian. 

Setiap minggu, aku mengabadikan setiap moment. Mengunjungi pantai-pantai, berkelana menikmati alam bahkan di minggu terakhir sebelum aku kembali ke Indonesia, I do my best moment over-there. Sampai Lino selalu bilang beach, beach and beach. Over, over and over again. Erna! She is my best travel-mate di beberapa bulan terakhir. Kita sempat menghabiskan waktu untuk tracking sampai ke tempat yang namanya Figure Eight Pool. Dirinya juga sempat nemanin aku ke tempat yang namanya La Perouse, Palm Beach, Wollongong dan banyak lagi. Kamu itu temanku yang mana kita barengan serasa kembali ke masa kecil by playing bubble di Cutaway Barangaroo. Amazing! You rock! 

Ada Tya yang super caring karena bawain kita buah-buahan dari tempat kerjanya. Ada Robby yang always tell his story. Ada Monica dan Julica yang super heboh. Ada Tina dan Merry yang kalem dan kadang serasa hilang mendadak tanpa suara. Kalian itu super banget! Kapan-kapan kita mesti ngumpul lagi.

Ada Silvia... she is such a good friend from Indo. Yang tetap support when the first time aku disana. Thanks a lot ya.

Disini aku juga mengenal teman dari Argentina, yang memberi banyak kenangan hanya dalam waktu sebulan. Memberitahu sepenggal cerita negara tersebut, tentang culture, salsa bahkan mengenalkanku pada minuman khas negara mereka, Mate. Minuman diantara sahabat. Ya, jarak ini sudah terlalu jauh terpisah diantara kita dan tidak ada yang bisa memastikan pertemuan berikutnya. Gracias amigo! Nice to know you. Till we meet again without know when?! 

Aku juga sempat me-list beberapa tempat yang ingin aku kunjungi. Biarpun tidak seluruhnya, Namun biarlah yang sudah itu tetap menjadi kenangan terindah dan yang belum terlaksana itu menjadi mimpi. Percayalah! kalau dengan adanya mimpi, kamu akan mengerahkan semua effortmu agar segalanya terjadi. 


Sekarang aku harus balik ke Indonesia. Ya mungkin mimpi itu harus pupus di pertengahan jalan. But no one knows, mungkin aku akan kembali berlabuh disini setahun, dua tahun lagi? Sebagai apa? Atau kembali berpetualang? Ya tidak ada yang mampu menjawab hal ini. Sekalipun pribadiku sendiri. Apapun itu, God play His plan on me and I will follow wherever it is. Segalanya baik untuk-ku dan pilihan adalah pilihan. Jalani karena selalu ada berkah didalamnya selama rasa syukur masih tersimpan dalam dirimu. Semoga demikian adanya. 

Gulali itu rasanya manis;
Please jangan dimakan sampai habis;
Jika esok waktu semakin terkikis;
Ingatlah persahabatan ini yang takkan pernah menipis.
 


Xoxo
Love You

Friday, 15 July 2016

Morning Scratch (Medan, 16 Juli 2016)

Hari ini ogud benar-benar lepas. Semuanya sudah ogud utarakan. Wuah… berasa ringan, kalau ada angin gede bakal terbang dech. Yeap… Yesterday, I tender my resignation, July 15th 2016! Honestly, ogud sayang sama kerjaan ogud sekarang ini apalagi ma yang namanya tuch income... pake BINGIT dech… Gak munafik karena kita perlu duit buat survive. And it will be valid for me soon once I arrived there! Any jobs? Let me know guys! secara kalau yang namanya jobless, no income will go along with you. But life is choice! Ogud harus milih. Untuk sementara ini adalah jalan terbaik.

Blog sebelumnya ogud pernah cerita kalau menurut teman-teman ogud, elo-elo bakal susah dapat gawean di OZ kalau masih disini dan ternyata itu sangat benar. Why? Karena ogud sudah ngelewati hal itu. Mereka butuhnya immediately disuruh masuknya keesokan harinya sesuah interview, even you interview by SKYPE or Phone. Luar binasa kencengnya… gak sejelimet di Indo. A little sad thing that I have to share, ogud juga mengalami rejection. Tapi menurut orang-orang, kalau disana itu biasa. Kita harus kebal dan bermuka tebal (mikir-mikir pulang-pulang bisa jadi agen asuransi yang konon katanya juga demikian :P) Peace J  

It’s ok! Now, it means that I only have couple months to prepare. Yeap! Tapi koq ogud bawaannya masih santai ya? bingung sendiri dech… J Hari ini tiba-tiba seperti ada kekuatan yang bilang ke ogud buat ngasih surat cintanya. Ha ha ha Jujur sich udah kepikiran dari beberapa minggu sebelumnya. Sampai-sampai ogud harus milih-milih hari, harus milih kira-kira tanggal berapa sich bagusnya. Malahan pake undian segala lagi. Ini cara resign ogud yang paling galau selama ogud gawean. Yuki sama Erna bakal jadi saksi… bolak balik nanya ke mereka berdua harus kapan ngasih taunya… kali aja mereka juga udah bosen dengernya ya J J J Anyway, thank you both udah adem ayem dengerin kegalauan ogud buat ini.

Beruntung ogud bisa kenal mereka berdua. Kenapa gak dari awal-awal pas ogud ngepply ya??? Hmm… Saat dimana ogud paling puyeng, galau, putus asa dan takut. Dan itu adalah saat dimana ogud harus sendiri ngobrak ngabrik website cari info tentang WHV. Beruntung ketemu sama blognya Daniel Giovanni, very informative. Mulai dech nguak-nguak dan ya beginilah hasilnya, VISA Approved!

Manusia itu emank gak pernah puas. Ya, itu benar! Tapi setidaknya disini ogud belajar bersyukur. Semua yang ogud usahain kagak sia-sia. Meskipun nantinya belum tau bagaimana. Jalani kehidupan untuk saat ini! Itu aja dech prinsipnya. Yang sudah didepan mata ya jalani saja. Seperti ada satu Quote yang bilangnya “Life is here and now” and it seems like happiness. Segalanya gak kekal, jadi berusahalah sebaik mungkin, semaksimal mungkin dan itu akan menjadi pengalaman hidupmu yang paling berharga.

Jujur ogud juga gak ngerti, kenapa hati ini bisa plong setelah surat itu disubmit. Mata ini seakan terang pake banget. Ha ha ha disini ogud yakin kalau selama ini yang ogud jalani adalah sebuah beban. Mungkin I am not staying in a good environment! Just you and I who know how it is going on! J Semoga setelah ini semuanya akan baik-baik saja.

Now, I am starting to list what should I bring over-there. Kobok-kobok experiencenya si teman-teman yang pada udah disana. Seru banget! Sekarang berasa punya keluarga sendiri dengan warriors yang lain. Punya grup sendiri yang semoga aja sampai sana tetap in touch each other, kagak bubar biarpun nantinya punya kesibukan sendiri, ya ya ya… J J J Setuju??? Believe me! It’s gonna be an experience that can’t be paid off! Ganbatte!!!

Sunday, 26 June 2016

Pejuang Mimpi (Medan, 26 Juni 2016)

Hidup adalah sebuah perjuangan! Itu adalah kenyataan sebenarnya yang tidak mungkin bisa untuk dipungkiri. Manusia yang selalu terjatuh dalam setiap problema dan ogud salah satu orang yang ada di dalamnya. Ogud bukan dari keluarga ningrat, konglomerat atau bahkan kasta tertinggi sekalipun. Namun, bukan juga dari keluarga yang tidak berada. Ogud bahagia menjadi bagian dari sebuah keluarga sederhana yang penuh kehangatan dan cinta, dikelilingi oleh mereka yang senantiasa membangunkan ogud untuk bangkit dari setiap keterpurukan; Bokap, nyokap dan si adik-adik… Mereka cinta pertama dalam diri ogud...

Jujur… dan sejujurnya… (bedanya apa ya?) J Ogud ini orang yang penuh angan, penuh mimpi. Ceritanya hidup ini penuh dengan passion yang tinggi. Mau ini, mau itu… Kepingin ini, kepingin itu… bahkan ogud seringkali beranggapan “Gila! Emank bisa???!” dan ya… akan ogud buktikan dengan usaha yang paling maksimal. Saat ditanya pernah tidak frustasi akan apa yang dijalani? Jawabannya “PERNAH!”, tapi gak sampai stress dan bengong sendiri lo… at least cuma diam dikamar doank semalaman, bobok dan besoknya udahan tuch… bangkit lagi dech. Tapi pernah juga sich sampe berhari-hari dikamar dan keluarnya pas nyari makan doank. Karena buat ogud, makan itu harus dan penting! J

Ogud benar-benar punya mimpi dari segala mimpi itu sejak SMA. Saat orang-orang masih sibuk dengan yang namanya masa muda, masa pacaran… Ogud malah mikirnya pengen cepatan tamat sekolah, cepatan kuliah dan cepat nyari gawean. Mau kesini, kesono yang penting ogud senang dech; gitu sich anggapannya. Kenapa gak sibuk ikutan orang-orang masuk ke dalam masa pacaran? Ahaaa… jawabnya ogud sudah diwanti-wanti sama si bokap nyokap. “Hey… kamu itu masih sekolah ya!”. Dalam hati ogud pikir “Well! I know it Dad.. Mom… Don’t worry J ”Bukan berarti ogud gak enjoy dengan kehidupan di bangku SMA, malah banyak memori yang kesimpan lo... Ya… belum ada jodoh juga kali ya :P

Hidup ogud seakan berpetualang seperti seorang adventurer yang senantiasa mencari hal baru buat di explore, mencari rimba baru untuk ditapaki. Terus sering orang-orang beranggapan begini begono cuma karena ogud tuch cewek… Hmm… Don’t judge the book from the cover. You have to learn that guys! Biarpun dari dulunya ogud hanya pisah ratusan kilometer dari kampuang; bisa kagak sich jangan meng-underestimate ogud ini. Malangnya… L Whatever dech, biarin aja... Emang ogud pikirin :D Do my best!

Back to the topic. Sekarang tuch ogud hampir menginjak kepala 3 (tiga). Oh no… Kepala 3 (tiga) bok. So what gitu lo. Masih mau melalang buana??? Yes, will make it! Jadi keingat 6 (enam) tahun lalu when I decided to move and change my job. Ogud berkelana ke ibu kota Metropolitan, Jakarta. Jakarta sudah ngebuktiin bahwa hidup itu keras. Sampai-sampai ogud berani ngomong kalau di Jakarta itu hidup dengan 7P; Pergi Pagi Pulang Petang Pendapatan Pas-Pasan. Gila beeng :D Semenderita itukah? Actually not at all. Cuma ya jarang-jarang kalau pulang ngantor masih bisa ngeliat cahaya terang. Sedikit lebay? But it’s damn true!

Ogud teringat 26 Desember 2010 lalu, pertama kali melangkahkan kaki untuk kota segede J-Town. Rasa takut? Ada!, Rasa sedih? Ada!, Rasa Bingung? Apalagi J Tapi dibalik semuanya itu yang paling give impact buat nyuruh ogud maju dan maju itu “TANTANGAN”. Ogud gak mau disebut anak “Mami”. Ogud itu anak Papa Mama yang punya power untuk maju, punya ambisi, punya misi. Gak harus jadi terkenal ini itu, setidaknya ogud punya sesuatu yang lebih, yang bisa ngebantu atau at least useful for all people around me; share care, love and happiness. Sadhu! J

Cuma bertahan sekitar 3 (tiga) tahun; ogud harus kembali ke kota kuliner, Medan. Serba-serbinya hanya diliputi makan, jalan dan kerja (dalam hati “gimana kagak gendutan”) J Menyesal? Kadang iya. Apalagi saat-saat buruk mulai terasa di lingkungan kerja sekarang. Apapun ceritanya; ogud yakin dan percaya rencana Tuhan itu indah.

Sekarang ogud bukan hanya yakin dan percaya lagi. Namun, mimpi ogud akan menjadi nyata (Cubit-cubit pipi dan itu benaran sakit). Ogud gak lagi tertidur dan email itu benaran ada di list inbox. Percaya atau tidak, ini adalah sebuah penantian yang penuh kegalauan dengan hidup yang tiada hari tanpa ngecek email yang masuk. Cerita penantian itu ada di blog ogud sebelumnya “Work and Holiday – I’m blessed!!!I’m warrior!!! (29 Januari 2016)”. Blog itu bakkan udah sampai nutupin mata dan pikiran ogud buat nyambung cerita ogud di Jepang. Sesuatu banget gitu ya… :D

Hidup benar-benar sebuah pilihan! Ogud merasakannya saat ini. Ogud sekarang dihadapkan pada level tinggi dari sesuatu yang namanya keharusan. Harus ninggalin zona nyaman dengan penghasilan lumayan buat hidup ogud, harus ninggalin kerjaan tetap, harus ninggalin dulu nikmatnya travelling indah de el el dan hanya untuk hidup ngebabu di anta beranta sana. Ya… begitulah hidup! Jreng… Jreng… J J J

Sampai sekarang waktu terus berjalan, tinggal beberapa bulan. Sudah nyoba kirim lamaran kesana kesini di ujung sono buat ngelamar kerja. Sekalipun itu Customer Service, admin atau Sales dan Telemarketing; tetap aja hasilnya masih nol. Too bad! L Gak bisa ngeboongin diri sendiri sich… Ogud galau beeng karna rasa gundah itu belum kabur. Dalam hati, betah banget sich si galau ini stay di diri ogud :D Nurut teman-teman yang lain itu kalau ngelamar mesti nunggu disono dulu baru bakal bisa lebih gampang. Soalnye kalau si employee udah ngeliat phone number dari indo, pasti sudah kereject. Beneran gak sich? Serem juga cuii... Semoga pas disana nasibku bakal lebih baik J J J

Dilemma? Wuah… ini lebih gawat lagi. Mau tau kenapa? Karena pilihan ogud ini harus dan bakal buat ogud lebih ngirit lagi, jauhin dari suspect-suspect yang bisa buat ogud kritis karena besar pasak dari tiangnya. Ha ha ha Gimana kagak? Ogud bakal kehilangan some of my monthly income. But it’s ok, I will fight! Gak bakal lama koq. Ogud bukan orang yang setia buat duduk diam doank.

Ogud belajar dari pengalaman kakak-kakak senior pejuang lainnya. Mereka berasal dari praktisi yang sudah mumpuni dibidangnya; dari designer, akuntan publik bahkan penulis sukses dengan karya-karyanya di negeri sendiri. Namun… mereka masih tetap menebar mimpi, berkelana kesana kemari diantara sesuatu yang tidak pasti. Keren!!! Bahkan tidak sedikit dari mereka mengerjakan sesuatu yang dipandang sebelah mata oleh orang-orang disini. Au Pair, Barista, Waitress, Kitchen Hand telah menjadi profesi pilihan para pejuang ini. Tidak peduli apapun yang terjadi, mereka telah mampu merasakan nikmatnya kehidupan menjadi seorang petualang sejati. Bahkan mengisi dolar di kantong mereka sendiri. Ha ha ha Mau???  

Keputusan tetap keputusan. Ini akan menjadi pengalaman berharga. Ogud tidak akan pernah tahu bagaimana masa depan akan memperlakukan ogud. Tapi ogud tahu, ogud adalah pejuang mimpi. Ogud bakal coba untuk berpikir positif dan menjadi diri sendiri. Rencana hanyalah sebuah catatan dalam agenda; perlu sebuah usaha sebagai motorik yang akan membuatmu selalu berkarya. Ogud bisa dan HARUS BISA! J加油!!! J J J



-Let your dream fly with you and never break it even if you want to pause for a while-

-Be a traveler to discover who you are-