Showing posts with label Blissful. Show all posts
Showing posts with label Blissful. Show all posts

Sunday, 17 September 2017

Setapak Perjalanan (Sydney, Au - 2016/2017) - 16 September 2017

S.Y.D.N.E.Y!!! Aku kangen banget sama negaranya, suasananya, cuacanya, pantai dan segalanya. Gak terasa kalau hari ini visa aku expired. Yeap, hari ini! Saat ini! What I have dreamed before been happened in my life, sekalipun itu cuma hitungan bulan. Unbelievable! Waktu cepat banget berlalu dan terlalu banyak pengalaman yang bakal jadi sesuatu yang tidak terlupakan seumur hidupku. Mungkin akan menjadi cerita buat hari tua-ku nanti. Ya, semoga sajalah aku masih dikasih umur panjang, kesempatan untuk menikmati roda dunia yang berjalan laksana roller coaster. 

Flashback story - 16 September 2016, tepat setahun lalu. Drama perpisahan itu membuat perjalananku terasa berat. Pertama kali dalam hidupku hingga hari ini aku membuat mereka menangis. How bad I am! But whatever it is, hidup adalah pilihan dan aku sudah memilih. Jalani dan tidak untuk diratapi. Pukul 11.40 PM waktu Kuala Lumpur; dengan penerbangan Air Asia D7 222 petualanganku dimulai. Boarding time 22.40 PM dan aku memilih untuk berada di waiting room lebih awal. Hatiku terenyuh membayangkan tangisan itu dan dadaku sesak! It really happened! Aku beruntung punya teman kecil yang menguatkanku, Dia bersama keluarga kecilnya lah yang menemaniku beberapa sebelum keberangkatanku hari itu. Thank you! I am so thrilled to have you all in my life. 

Sepanjang perjalananku diudara, tidak sanggup mata ini untuk terpejam biarpun sesaat. Aku selalu merasa pilihanku terlalu menyakitkan mereka. Tapi, inilah impian! Perjuangan untuk mendapat WHV juga tidak mudah, terlalu banyak kegalauan dalam masa-masa itu. Lelah!!! Sempat terlintas dalam pikiranku, sepertinya aku akan jetlag seminggu. 

17 September 2016 - I am touch-down Kingsford, bandara kebanggaan Sydney! Sebenarnya ini bukan pertama kali bagiku di tempat ini. 2 (Dua) tahun lalu tepatnya October 2014, aku sempat mampir berwisata di Negara ini bersama si Partner in crime of travellingku yang setia bingit. Yeap... Jangan pernah membandingkan dua perjalanan ini, karena itu akan berbeda, BANGET! Kali ini perjalanan yang  bisa aku bilang sebagai kegilaan, NEKAD! Bagaimana tidak? See! Aku harus melepas kerjaanku yang sudah memberi kenyamanan, fasilitas pekerjaan, salary yang membuatku bisa jalan-jalan hampir setiap tahunnya untuk sesuatu yang tidak pasti. Ke Negeri Kangguru yang belum jelas akan bagaimana aku menjalaninya. Sydney tidak lagi sekedar tempat berlibur tetapi aku harus nyari way out apapun itu buat bisa survive. Tapi... memang benar kata orang, walaupun segala sesuatunya masih terasa mengambang; at least kamu mesti punya prinsip dan plan. Bagi aku... tidak membohongi diri. Duit itu penting buat survive tetapi bukan segalanya. Karena sekarang aku sedang hold on Work and Holiday Visa; it means aku mesti bisa bagi waktuku. Everytime I get to work, I also should have time to relax. Disamping itu, dari segala tujuan lainnya; aku ingin mengembangkan ilmu perpajakan yang aku miliki sekarang. Namun untuk hal ini sirna karena selama keberadaanku disana dan penantian itu, kelas tidak kunjung diadakan. Ya sudahlah... Jalani saja yang ada. 

Well! Rezeki anak soleh itu gak bakal kemana. Pertama kali datang dan nyampe di Negara kangguru ini, aku dapat berkah tumpangan kurang lebih sebulan di rumah saudara (at least dari ini aku bisa ada savingan buat rent). Gila banget bok... biaya hidup disini benar-benar tergolong gede, nguras kantong. Untuk income dari Indo buat jadiin expense di tempat ini bakal berasa. Dua bulan pertama hampir dibilang gak punya saving, bahkan kepake modal aku. Ya mau gimana lagi, secara duit buat opal dan phone card itu tetap perlu. Beberapa minggu di tempat saudara itu juga setidaknya meringankan rasa rindu akan keluarga. Suara cerianya keponakan memberiku semangat. I am  really blessed! Hari-hari pertama aku mulai cari kartu opal buat train dan kartu telepon, Vodafone. Ya itung-itung yang bisa irit. Apa sajalah. Mulai ngeprint CV-CV, mulai drop resume dari gumtree dan seek. Cari kerja di Ausie itu gak seribet di Indo. Cuma sms doank kadang langsung dipanggil dan CV nya itu gk perlu sampai berlembar-lembar. Bahkan kamu bisa print timbal baliknya, benar-benar Go Green! 



Jreng-jreng... 3 (Tiga) hari kemudian, berkah itu datang. Banyak info mengenai lowongan kerja. Aku coba yang ditawarkan Yuki, teman seperjuangan WHV buat jadi housekeeper. Monday, 19 September 2016, pertama kalinya aku ke city dari KellyVille. Hmmm... lumayan berasa juga jauhnya. Pagi-pagi aku berangkat setelah dapat petunjuk dari cici di hari sebelumnya, nunggu bus di depan rumah. Ngendap-ngendap berusaha untuk tidak bersuara karena semua lagi pada tiduran, aku keluar rumah. Udara dinginnya luar biasa nusuk. 



Perjalanan kurang lebih satu setengah jam akhirnya sampai juga. Aku masih harus berjalan mencari yang tempat itu, Meriton Service Apartment! Yeap... segelas hot chocolate seharga $3 aku beli dari dalam Queen Victoria Building. Jaket yang aku kenakan ini belum cukup tebal untuk menahan dinginnya udara. Tapi, aku juga orang yang tergolong malas untuk membawa hal-hal yang terasa berat bagiku. Berjalan di sepanjang Kent st, George st, Pitt st dan akhirnya aku melihat plank bertuliskan Meriton Service Apartment. Aku menyapa yuki dan teman-teman yang sudah sampai mendahuluiku, aku berkenalan dengan beberapa diantara mereka yang tidak lain juga adalah para whv yang sedang berburu dolar. Hmmm... such a new thing for me! 


Sembari menunggu, bercengkrama, tertawa, sesaat kami dipanggil ke sebuah ruangan. Disana kami di-briefing bagaimana kerjaan seorang housekeeper itu semestinya. Hmmm... dan ternyata hari pertama belum memihak padaku. Aku dan salah seorang peserta lainnya disuruh pulang. What the hell! Hanya gegara sepatu hitamku bergaris merah. Kejam ya! Tapi ya itulah yang mesti aku terima. Namun Supervisornya masih mengingatkan untuk kembali besok pagi. Ok... akupun berjalan keluar. 


What I have to do now? Masa sich aku harus balik ke KellyVille??? Aku coba memasukkan cv-ku; door to door. Yes! Aku jalani hal itu. Disini aku belajar, jangan pernah malu atau kamu akan gagal. "Hi... May I drop my CV here?" Pertanyaan itu yang berulang aku ucapkan. "Yes, sure! Just give it to me and will call you later" Pinta mereka. Tak jarang mereka meminta available time dari kita. Ya, mungkin sekedar berbasa-basi karena tidak ada panggilan setelahnya. Gagal, coba lagi dan lagi. Keberuntungan akan datang pada mereka yang selalu berusaha. Bahkan dihari itu, aku masih ingat saat mengunjungi Bondi Beach. Aku sempat singgah di sebuah restoran kecil untuk menikmati makan siangku. It's a lunch time! Dan lagi-lagi, aku melemparkan keberanian untuk bertanya, "do you need some staff here?". "Oh, we are not right now", dan mereka membalasku dengan ramah. Down? Not really, aku sedang mencoba yang terbaik dan yang belum pernah aku lakukan di Indonesia. 
 
Belum mulai bekerja, belum dapat yang namanya salary pertama di Australia, aku sudah harus mengocek kantongku; $6 untuk harga sepasang sepatu yang akan menemaniku esok hari supaya kagak disuruh balik lagi. It seems a simple thing tapi aturan tetap aturan, aku tetap harus menaatinya. 
 
20 September 2016 - I get back to this place again. Kaki ini melangkah menuju ruangan dibawah gedung Meriton Service Apartment. Disana kami dibekali beberapa petunjuk tentang housekeeping, mulai dari cairan kimia yang digunakan apakah itu bowl cleaner, toilet cleaner, glass cleaner hingga apa yg semestinya dilakukan agar sebuah ruangan itu terlihat apik. Tantangan terberat bagiku selama aku menjalani pekerjaan ini adalah BED arrangement! Super capek dan gak pernah rapi! Aku masih jauh dan harus belajar dari inang Eva. 2 (Dua) minggu pekerjaan ini aku jalani hingga pada akhirnya aku harus give up! Encok! Tidak seperti yang aku bayangkan. Coba lihat mereka yang kerjaannya di hotel, semuanya terasa menyenangkan bukan? Dibalik kesenangan itu, butuh fisik yang kuat. Saat-saat bahagianya hanya datang ketika kita bisa menyelesaikan room itu dengan baik, atau ada pesan yang menyemangati kita dari guest yang tertinggal di meja kamarnya. Dari kerjaan ini, aku banyak belajar - Jangan pernah meninggalkan ruang hotel dengan keadaan yang berantakan apalagi dengan toilet yang menjijikan, apapun itu ceritanya. Kamu tidak akan pernah tahu penatnya dan susahnya orang yang membersihkan karena setiap housekeeper itu punya tanggung jawab ngebersihin ruangan dan dibayarnya itu sesuai dengan waktu yg sudah ditargetin. Jadi kalo misalnya 1 ruangan mesti diselesaiin 45 menit dan baru kelar setelah 1 jam, dibayarnya tetap 45 menit - Terus kalau misalnya dirimu sudah akan check out, gak ada salahnya untung ninggalin short message buat nyemangatin mereka yang ngebersihin ruangan itu, walaupun cuma tanda smile (gak susah kan?). 

After 2 (two) weeks, aku beneran stop. I have to say No, aku gak kuat. Bahkan aku sempat kepikiran kalau kegilaan ini buat aku bego. Saat di Indo punya kerjaan kantor yang gak butuh fisik, aku lepasin. Hmmm... tapi itu gk lama karena sekalipun itu berat, aku malahan enjoy. Gak perlu ada yang disesali. Ternyata benar ya kalau hari pertama kerja di hari Selasa, Kamis itu gak bakalan lama. Lagi-lagi... mitos itu terjadi. Oh ya, aku masih ingat hari pertama aku  kerja housekeeping; aku harus ngejar bus karena terakhir itu adalah 7 PM. Dan lagi-lagi... aku tersesat, aku nyasar bok... Kali ini gak nanggung-nanggung. Aku terjebak di jalanan yang sudah lumayan jauh banget. Saat bertanya ke driver bus, si driver malah bilang kalau itu udah arahnya dia balik lagi ke city. Gila! Aku harus gimana? Kalaupun aku ikut ke city, gimana aku baliknya lagi karena bus itu adalah bus terakhir. And Finally... si driver menurunkan aku di bus stop berikutnya. Dan coba tebak apa yang terjadi??? Aku diturunin di tempat yang sepi, 15 menit sekali belum tentu ada mobil yang lewat, dingin dan hanya ada suara anjing. Sebelumnya ada satu orang juga yang turun dipemberhentian yang sama, orang ini sempat nanya ke aku, apakah aku berani. And..., aku jawab YES! Padahal jujur sich kebalikannya. Kemudian beberapa bus sempat lewat dan aku bingung kenapa itu bus ngeliat aku dan kagak berhenti even aku berdiri disana.  Ternyata, aku mesti give him sign to stop. Aku benar-benar berada di antara rasa dingin, takut, lapar dan haus. Omooo... lebih begonya aku kagak kepikiran buat ngehubungin saudara ku. Sempat aku bell ciciku tetapi nada dering itu sibuk. Ya, mungkin saja. Karena hari itu sebenarnya princess ciliknya berulang tahun. Aku coba berbagai cara hingga akhirnya satu bus berhenti di depanku, bus tanpa penumpang satupun. Aku bertanya apakah dia akan berhenti disekitaran di bus stop tempat aku naik tadi pagi. Driver hanya menjawabku dengan kata "Tidak". Tapi kemudian dia menyambung pembicaraannya, "aku dapat mengantarmu ke bus stop lainnya yang mungkin lebih banyak disinggahi bus yang akan mengantarmu ke tempat terdekat tujuanmu". Thanks God! "Baik bener driver ini", pikirku. Setelah itu, berpedoman sama yang namanya Google maps, I try to walk. Berjalan dan lumayan jauh sampe akhirnya aku nyampe di depan rumah. Complete perjuanganku hari ini! Aku gak megang kunci, saudara-saudaraku sedang di restoran dan aku duduk di depan rumah. Brrrr... dingin! Anak soleh! Teleponku berdering dan cici memintaku untuk menunggu karena aku akan dijemput ke restoran. How lucky I am to have you! 感恩!


Seminggu setelah KellyVille, aku pindah ke tempat saudaraku yang lain di daerah Revesby sebelum harus nge-rent sendiri di city. Nothing can represent how thankful I am. Dan setelah aku berhenti dari pekerjaan housekeeping itu, aku coba untuk mencari kerjaan lain. Jujur... cape banget! Kebanyakan trial and all are done without paid! Ya kerja sukarela jadi ceritanya. Disini aku belajar kalau life is not really all about money but without money we can't live. Aku dapat experience yang lumayan la; dari yang tadinya gak tau cara kerja subway, sekarang bisa. Dari yang tadinya gak bisa serve customer, set up table, Now... at least I know a lil bit tanpa harus kursus-kursusan lagi. Aku juga sempat trial buat juice dengan berbagai buah dan sayur yang dicampur, dengan rasa-rasa yang unik dan nama-nama yang buat nge-boost hari-harimu. Kerja kasar tanpa malu yang penting halal dan ada duit di saku. 

Then aku sempat kerja di Sushi Jones, sushi cafe di daerah Alexandria untuk Rabu dan Kamis. Awalnya sich aku enjoy apalagi setelah pindahan ke daerah perkantoran di North Sydney dengan tambahan jam kerja yang lumayan. But after couple weeks, I don't know why, jam kerja perlahan dicut dengan alasan yang menurutku gak masuk diakal. Tapi baiklah... aku juga gak pengen ambil pusing. Karena menurutku rezeki gk bakal kemana. Disini benar-benar aku belajar; tidak semua orang Jepang itu ramah. Bahkan ada yang sempat katain kita "Baka". Do you remember Erna??? It such un-polite thing to say. Sepertinya cukup kita yang tahu ya. 

Disaat yang bersamaan, aku uda sempat cabut dari Fish Market. Tapi sebenarnya alasan cabut dari sini bukan karena kerjaan berat atau rekan kerja. Bahkan disini hampir semuanya baik, hanya beberapa yang terkesan bossy. But everything is okay. Aku cabut cuma karna gak tega... Geblek banget, gak perlu dilanjutin dech. Then disaat yang bersamaan juga, aku sempat ditolak sebuah restoran dengan alasan yang sebenarnya gak masuk akal. Di hari H cuma dibilangin o... ternyata orang lamanya mau kerja balik. What kind of boss it is??? Tapi orang itu tipenya beda-beda. Ya sudahlah, belum rezeki kali ya... 

Beberapa minggu aku sempat galau. Penghasilan sempat terhenti. Di saat itu aku sudah harus nge-bayar rent. Sebenarnya duit ini masih cukup, tapi jujur aku sempat frustasi. Kalo keadaan begini, sanggup gak ya??? Aku hanya bisa nangis. Darling Harbour tau ceritaku karena ini tempat amanku duduk di malam hari dan gak ada yang tau bahkan mengenalku kalau aku lagi nangis. 

Aku juga sempat kerja di Pepper Lunch. Disini aku ketemu orang-orang yang baik, yang memberiku kesempatan melayani customer. Walaupun itu tidak lama karena jam kerja yang tidak tepat, it's my pleasure to know them over-there. Mereka orangnya baik-baik. Hal yang paling berkesan sekarang setiap aku mengunjungi Pepper Lunch Indonesia adalah mengingatkanku bagaimana dulunya aku lakukan hal itu. 

Masa ini benar-benar menjadi masa up and down-ku yang tak terlupakan. Aku sungguh merasakan berartinya duit recehan itu. Menghargai setiap jerih payah yang telah dilakukan dan memberi reward untuk diriku sendiri. Kebahagiaan terbesar itu juga datang dari teman-teman yang saling support, sama-sama merasakan bagaimana kehidupan yang jauh dari keluarga inti. You all are my power rangers! Menepuk bahumu untuk sekedar memberi semangat itu. 

Up and down itu berlalu ketika aku mendapat kerjaan baru dan kali ini benar-benar aku merasakan kerja fisik seharian. Setiap jam itu sangatlah berharga dan aku gunakan untuk bekerja. Hitung-hitung gantiin jam kerjaku yang sebelumnya sudah hilang, lenyap tanpa hasil apa-apa. Siang hari aku kerja dibilangan George st., di sebuah restoran fast food yang menyajikan masakan khas Malaysia, Jimmy's recipe. Tidak jauh berbeda dengan masakan Indonesia sehingga tidak jarang restoran itu senantiasa ramai dikunjungi. Disini aku bisa mengenal mereka yang ramah dan kadang terkesan sedikit usil. But overall, I am still enjoy. 

Kadang dengan jarak yang begitu singkat, hanya dalam hitungan 1 jam; aku harus segera bergegas. Karena aku harus segera berpindah tempat untuk melakukan kerjaanku berikutnya di tempat lain. Aku mengambil shift malam di sini, Kobe Wagyu BBQ Japanese Restaurant. Hmmm... banyak suka duka yang aku dapati disini. Teman-temannya seru juga dan mungkin karena itu sepelantaranku usianya atau bisa jadi aku paling tua. Aku benar-benar mendapatkan jam panjang disini. Bahkan dua pekerjaan (pagi dan malam) ini merupakan tempatku terakhir sebelum akhirnya aku memutuskan untuk kembali ke Indonesia. Di tempat ini, aku senang bisa mengenal Amber, Novita, Merry, Flo, Jessica, Erna, Rita dan teman lainnya. Bahkan Novita-lah tempat buat curhat bareng. 

Novita, masih ingat gak waktu kita ditegur barengan berdua hanya gegara sous yang belum tertata selesai? Kita hanya dilumuti dengan kata "Why??? Why??? Why???" Tanpa kita diberi kesempatan memberi penjelasan. Aku masih ingat keselnya dirimu saat itu. Bahkan seolah-olah ada aksi protes beberapa hari karena kekesalan itu. Lucu memang kalau diingat. Sampai-sampai kita ngadain sesi curhat sampai jam 1 an dini hari di markas McDonalds. Aku senang banget kalau sudah kerja barengan sama kamu... everything's solved! Best partner selama kerja di Kobe and you will never be forgotten. Aku kangen masa-masa itu. Thank you buat persahabatannya karena kita sudah lewati malam tahun baru bareng, sharing bareng, cerita bareng. My best prayer for you ever. 

Merry... aku gak tau kamu masih ingat gak hal itu. Aku cuma ingat kamu selalu bilang, "Tanty, gimana???" Dan berulang kali. Gegara mereka-mereka yang mabok dan mengotori toilet itu dan memaksa kita harus membersihkannya, mengocek berulang-ulang. Capek banget! Aku hanya ngebayangin kalau itu hari pertama kamu begitu, apakah kamu akan menyerah??? Aku berharap tidak. Kamu pasti bisa!!! Tapi jangan waktu ngebersihin toilet aja ya ingatnya ke aku. You are such a nice friend to work with! 


Kembali lagi, pada awal sebelum aku datang ke Negeri Kangguru ini. Aku tidak hanya ingin kerja dan kerja. Aku harus belajar menikmati setiap detik yang aku lalui. Kembali mengingat jenis Visa yang aku miliki, refresh your mind after work. Aku menghabiskan setiap minggu di waktu yang ada untuk meng-explore Sydney. Aku tidak pernah tahu berapa lama aku disini, aku tidak pernah tahu apakah aku akan bisa kembali lagi. 

We are sisters from different Mom. We are siblings from different parents. But we are together karena rasa saling memiliki. Merasakan bagaimana menjalani kehidupan dibelantara negeri yang seluruhnya harus diselimuti oleh keringat ini. Kalian luar biasa lo bisa ngelanjutin second year dan bahkan tetap stay disana sampai sekarang. Two thumbs up. Yuki, inang Eva... kalian yang jahat-jahat ini... Masih ingat gak waktu acara kebersamaan anak bangsa? Kita tertawa terbahak-bahak. Saat ditanya gambar yang ada di duit rupiah kita dan yuki selalu membantu dengan memberi jawaban yang salah? Itu benar-benar iseng. Then next time kalau diriku kesana gak boleh biarin aku ke Taronga zoo sendirian kayak orang bego ya. Gak ada yang fotoin, cuma bisa selfie sendiri dan hasilnya jelek semua. Gegara $1 and made me stupid! But you both are great friends! Thanks for being sisters over-there. Uda mau setahun lo dari semenjak kita ke Canberra bareng and I miss that moment. Masih sempat-sempatnya beli cake kecil buat ultahku dan kita foto bareng di rerumputan hijau, ada oppa yang fotoin!!! Oh yes! Still have Mike! Partner Yuki yang serasa jadi brother buat aku. Thanks ya for being a good friend. Aku tunggu undangan kalian. 

Setiap minggu, aku mengabadikan setiap moment. Mengunjungi pantai-pantai, berkelana menikmati alam bahkan di minggu terakhir sebelum aku kembali ke Indonesia, I do my best moment over-there. Sampai Lino selalu bilang beach, beach and beach. Over, over and over again. Erna! She is my best travel-mate di beberapa bulan terakhir. Kita sempat menghabiskan waktu untuk tracking sampai ke tempat yang namanya Figure Eight Pool. Dirinya juga sempat nemanin aku ke tempat yang namanya La Perouse, Palm Beach, Wollongong dan banyak lagi. Kamu itu temanku yang mana kita barengan serasa kembali ke masa kecil by playing bubble di Cutaway Barangaroo. Amazing! You rock! 

Ada Tya yang super caring karena bawain kita buah-buahan dari tempat kerjanya. Ada Robby yang always tell his story. Ada Monica dan Julica yang super heboh. Ada Tina dan Merry yang kalem dan kadang serasa hilang mendadak tanpa suara. Kalian itu super banget! Kapan-kapan kita mesti ngumpul lagi.

Ada Silvia... she is such a good friend from Indo. Yang tetap support when the first time aku disana. Thanks a lot ya.

Disini aku juga mengenal teman dari Argentina, yang memberi banyak kenangan hanya dalam waktu sebulan. Memberitahu sepenggal cerita negara tersebut, tentang culture, salsa bahkan mengenalkanku pada minuman khas negara mereka, Mate. Minuman diantara sahabat. Ya, jarak ini sudah terlalu jauh terpisah diantara kita dan tidak ada yang bisa memastikan pertemuan berikutnya. Gracias amigo! Nice to know you. Till we meet again without know when?! 

Aku juga sempat me-list beberapa tempat yang ingin aku kunjungi. Biarpun tidak seluruhnya, Namun biarlah yang sudah itu tetap menjadi kenangan terindah dan yang belum terlaksana itu menjadi mimpi. Percayalah! kalau dengan adanya mimpi, kamu akan mengerahkan semua effortmu agar segalanya terjadi. 


Sekarang aku harus balik ke Indonesia. Ya mungkin mimpi itu harus pupus di pertengahan jalan. But no one knows, mungkin aku akan kembali berlabuh disini setahun, dua tahun lagi? Sebagai apa? Atau kembali berpetualang? Ya tidak ada yang mampu menjawab hal ini. Sekalipun pribadiku sendiri. Apapun itu, God play His plan on me and I will follow wherever it is. Segalanya baik untuk-ku dan pilihan adalah pilihan. Jalani karena selalu ada berkah didalamnya selama rasa syukur masih tersimpan dalam dirimu. Semoga demikian adanya. 

Gulali itu rasanya manis;
Please jangan dimakan sampai habis;
Jika esok waktu semakin terkikis;
Ingatlah persahabatan ini yang takkan pernah menipis.
 


Xoxo
Love You

Tuesday, 14 June 2016

Golden Ticket of My Life (21 October 2015)

Thank you for today. I am still alive. I still can feel how to breathe well; breathing-in, breathing-out. Who can guess what the gift I have received today? It’s priceless! Yap… It’s Golden Ticket of Life, My Crystal Life!

Time passed too fast. My parents said their little girl has grown up and I smile. I thank for everything in my life. I have them; warm family, cheerful friends and people who are willing to support me all the time. I feel blessed. I still have chance to create any moment with the fondest memory.

This month, I have gone thru a lot of learning. I learn the severity of life. I learn on how to survive… Because we know life is never flat. From the orphanage children, PA. Bhakti Luhur; I have learnt a lot. They look like angel. I saw their innocent face that holds happiness. Amaze me! Although they live among their own shortcomings; but they never complain. Can we act like them? It shame! When we all are fulfilled with completeness, but what we feel? Unsatisfied! Umm…

I am so happy to play with them. We all feel free; to shout, to laugh, to dance, to clap hands and sing. I am able to transform their happiness into warmth of family. They can feel what we called as togetherness. They are children who yearn for love and care. They are not poor children; they are rich with dreams. You may never imagine how lofty they are. 

Hope tomorrow I still have a chance to share with these little kiddos. Not only that, I have done retreat for this month. It’s going to be my first experience. And really, I feel relax. I enjoy every second of me time and promise to join another retreat next time. I try to overwhelm my spiritual life. I aware and realized that my life is getting away from self improvement. I am careless. This retreat teaches me more about mindfulness. I realize my life has been far from the truth, always preoccupied by uncertain things and it seems has been filled with fear and anger. I am not expecting more. I only need to know that I live for this moment.

Today, I awakened with the number of 29. I am nothing without You, the best of mine. Hope everything gonna be alright. Be happy and keep spirit! New path is coming. Hope all my dreams are going to be true. No one will know what will happen tomorrow but I know I have to be better than yesterday.

*** Sadhu… Sadhu… Sadhu… ***

Thursday, 9 June 2016

Secret Paper on Vesak; Secret Paper of My Heart (21 May 2016)


Secret paper of my heart;
Write down with all hopes;
Write down with all loves; 
Promise to write till I old;
Is everything about body, mind and soul;
Now... I am getting grow;
Need somebody to hold;
And now I understand that Buddha gonna be my threshold;
To plan, to start anything I never told;
Secret paper of my heart;
You are the thing that I rolled;
With more spirit, I will throw;
With more happiness for sure it will flow... 

*** Life is priceless, So live life to the fullest - Put it highest, fulfill with happiness ***

Renungan Waisak 2560BE (21 May 2016)


Genta waisak telah tiba. Tepatnya tanggal 22 Mei 2016 senandung nada-nada waisak akan berkumandang di bumi persada; menjadi bagian terpenting dari sejarah perjalanan kehidupan Pangeran Siddharta, mencapai Samma Sambuddha hingga Maha Parinibbhana. Keagungan beliau adalah sebuah tauladan; meninggalkan segala kemelekatan duniawi bahkan Dharma adalah sebuah harga mutlak yang tetap lestari oleh-Nya. 


Waisak adalah sebuah momentum mengenang kembali 3 (tiga) peristiwa penting di zaman kehidupan Sang Buddha. 



1. Ia yang terlahir dari rahim seorang ratu Dewi Mahamaya, sebagai putera kerajaan sakya dari Pangeran Suddhodana. Tepatnya 623 SM di bulan purnama siddhi, seorang bayi yang kemudian berjalan seketika 7 langkah diatas bunga teratai ke arah utara; Itulah Siddharta kecil yang terlahir bersih dan tanpa noda. Lalu ia mengucapkan kata-kata :


"Aggo 'ham asmi lokassa,
Jettho 'ham asmi lokassa,
Settho 'ham asmi lokassa,
Ayam antima jati, 
Natthi dani punabbhavo"


Yang artinya : 



"Akulah pemimpin dalam dunia ini,
Akulah tertua dalam dunia ini,
Akulah teragung dalam dunia ini, 
Inilah kelahiranku yang terakhir,
Tidak akan ada tumimbal lahir lagi bagiku"



2. Kemudian pada usia 35 tahun, Tepatnya 588 SM di bulan waisaka, Pertapa Gotama mencapai Samma Sambuddha di bawah pohon Bodhi. Beliau yang penuh welas asih dan kebijaksanaan telah melenyapkan segala belenggu kehidupan. Dari keindahan istana, suguhan kenikmatan harta hingga mara yang timbul tenggelam dalam prosesnya, beliau tersadar dan bangkit oleh teguhnya suara alam yang menggema, dari perbincangan para penari yang berkata:



"Bila senar kecapi dikencangkan, suaranya akan semakin tinggi. Jika terlalu kencang, senar kecapi akan putus dan suara kecapi akan lenyap. Bila senar kecapi dikendorkan, suaranya akan semakin merendah. Jika terlalu kendor, maka lenyaplah... Suara kecapi itu"



Asa dan addhitana yang kuat telah mendorong Sang Buddha menyebarkan indahnya Dharma di jagad raya. Selama 45 (empat puluh lima tahun); Yang Mulia, Yang Maha Tahu menguraikan khotbah tentang kebenaran mulia; Dukkha, Asal Mula Dukkha, Lenyapnya Dukkha, Jalan untuk melenyapkan Dukkha. Semua tidak terlepas karena sebuah penyadaran tentang hidup adalah Dukkha, Anicca dan Anatta. Begitu agungnya Sang Buddha, Guru agung junjungan kita.



3. Setelahnya dan kembali di bulan purnama siddhi di bulan Waisak; pada usia 80 tahun, 543 SM, Beliau terbaring sakit di antara dua pohon sala di kusinagara. Beliau yang lemah kembali tetap menyebarkan dharma bahkan hingga Maha Parinibbhana. Sungguh agung pengorbanan beliau. Tetap berjuang dalam jendela Dharma.



Detik-detik Tri Suci Waisak 2560BE ditahun 2016 ini akan jatuh pada pukul 04.14.16. Bukan sorak sorai kemeriahan yang harus dilakonin tetapi lebih pada sebuah perenungan akan kewaspadaan hidup, menyadari sepenuhnya hakekat Buddha Dharma di Dunia melalui sebuah pelestarian yang kini mulai berdentang dalam senandung gita.



Transformasi Mental dengan Damai dan Harmoni yang menjadi tema waisak tahun ini diharapkan memberikan sebuah perubahan kepribadian yang mampu menjadi tolak ukur sebuah perjalanan hidup yang lebih baik. Semoga keegoan perlahan terkikis; rasa dengki, iri hanya tersisa dalam kata tanpa makna bahkan sirna dan tak lagi mengelabui kehidupan yang penuh metta. Dan... Semoga demikian adanya. 


Appamadena Sampadetha... 
Happy Vesak... Happy in Dharma...